Jet Suriah Ditembak Jatuh, Militer Rusia Setop Interaksi dengan Koalisi AS

Pada Minggu (18/6), tentara Suriah mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS telah menjatuhkan pesawat mereka di sisi selatan Raqqa, ketika mereka sedang dalam misi memberantas ISIS.

Pada Minggu (18/6), tentara Suriah mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS telah menjatuhkan pesawat mereka di sisi selatan Raqqa, ketika mereka sedang dalam misi memberantas ISIS.

Reuters
Pada Minggu (18/6), tentara Suriah mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS telah menjatuhkan pesawat mereka di sisi selatan Raqqa.

Per hari Senin (19/6), Rusia telah membekukan segala interaksi dengan koalisi AS di Suriah, sesuai kerangka yang ada dalam memorandum pencegahan insiden di ruang udara Suriah, akibat tindakan mereka yang menembak jatuh sebuah jet milik militer Suriah di Raqqa.

Hal tersebut diungkapkan Kementerian Pertahanan Rusia, yang mengatakan bahwa sistem pertahanan Rusia akan menangkal segala jenis pesawat di wilayah operasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia di Suriah.

“Di wilayah yang menjadi lokasi operasi misi pertempuran aviasi Rusia di langit Suriah, segala objek terbang, termasuk jet tempur dan pesawat tak berawak dari koalisi internasional (AS) yang ditemukan di sisi barat Sungai Eufrat, akan dideteksi sebagai target udara oleh pertahanan darat dan udara Rusia,” ujar kementerian, seperti yang diberitakan Sputnik, Senin.

Pada Minggu (18/6), tentara Suriah mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS telah menjatuhkan pesawat mereka di sisi selatan Raqqa, ketika mereka sedang dalam misi memberantas ISIS. Kemudian, koalisi pimpinan AS mengonfirmasi informasi tersebut dengan mengatakan bahwa mereka menembak pesawat Su-22 milik pasukan pemerintah Suriah karena diduga mengebom markas kelompok oposisi yang didukung AS, Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di sisi selatan Tabqa, Raqqa.

Koalisi pimpinan AS mengatakan, serangan tersebut merupakan “pertahanan diri kolektif”, seraya menambahkan bahwa mereka telah menghubungi militer Rusia untuk meredam suasana setelah insiden tersebut.

Kemenhan Rusia mengatakan pihaknya meminta “investigasi mendalam oleh komando AS atas langkah yang diambil dan dampak yang terjadi”.

“Kami menganggap aksi tersebut sebagai pelanggaran yang disengaja terhadap kerangka memorandum pencegahan insiden dan keamanan penerbangan selama operasi di ruang udara Suriah, yang ditandatangani pada 20 Oktober 2015.”

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.