Moskow: Barat, Saatnya Membuka Mata Terhadap Krimea

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

EPA
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zarakhova, Barat melakukan ada upaya obsesif untuk menyangkal fakta bahwa masalah di Krimea telah teratasi, dan menyangkal bahwa dinamika di sana positif.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa sudah saatnya bagi Barat untuk menerima segala fakta tentang Krimea. “Saya tidak merasa bahwa masih ada yang memiliki anggapan keliru tentang Krimea,” katanya dalam forum 'Krimea Terbuka: Dengan Mata Kepala Sendiri', Minggu (11/6).

“Langkah-langkah masih dilakukan untuk hal yang Barat anggap penting ini. Tolong catat bahwa ‘anggapan’ ini merupakan titik fokus Barat, dan bukan berarti ia benar-benar ada,” kata Zakharova, seperti yang diberitakan Sputnik.

Menurut Zakharova, ada “upaya obsesif untuk menyangkal fakta bahwa masalah (di Krimea) telah teratasi, dan menyangkal bahwa dinamika di sana positif.”

“Kekukuhan Barat untuk menutup mata terhadap Krimea mengherankan. Ini saatnya untuk membuka mata, dan itulah mengapa acara seperti ini diadakan.”

Forum tersebut dibuat untuk membahas perkembangan Krimea dalam bidang sejarah, geopolitik, internasional, hukum, informasi, dan budaya. Ia diikuti oleh aktivis dan jurnalis dari banyak negara, termasuk negara Barat, seperti Jerman, Inggris, Perancis, Belanda, dan Italia.

Krimea menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia pada abad ke-18, tapi Uni Soviet memberikannya kepada Ukraina (saat itu bernama Republik Sosialis Soviet Ukraina) pada 1954. Menyusul kudeta di Kiev pada 2014, rakyat Krimea memilih untuk bergabung kembali dengan Rusia dalam sebuah referendum. 

Namun begitu, berbagai pihak — seperti AS, Barat, dan Ukraina sendiri — berkali-kali menuduh Rusia merampas di Krimea, sehingga memicu media-media mereka untuk membuat berita yang menyudutkan Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.