Putin: NATO Terus Mencari Musuh Baru untuk Menjustifikasi Keberadaannya

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kremlin.ru
Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, NATO hanyalah instrumen kebijakan luar negeri AS yang sebenarnya tidak memiliki aliansi, melainkan hanya pengikut.

NATO terus mencari musuh asing untuk menjustifikasi keberadaannya, ujar Presiden Rusia Vladimir Putin saat diwawancara sutradara kondang asal AS, Oliver Stone.

“Tidak ada lagi Blok Timur ataupun Uni Soviet. Kenapa NATO masih ada? Menurut saya, untuk menjustifikasi keberadaannya, NATO perlu terus mencari musuh eksternal, atau terus memprovokasi dengan menyebut pihak lain musuh mereka,” ujar Putin, seperti yang diberitakan The Daily Beast, Selasa (6/6).

“Saat ini, NATO hanyalah instrumen kebijakan luar negeri AS. AS tidak punya aliansi, hanya punya pengikut. Saat sebuah negara menjadi anggota NATO, sulit menahan tekanan dari AS,” ujarnya melanjutkan. “Dan tiba-tiba sistem senjata apa pun dapat ditaruh di negara-negara ini: sistem antimisil balistik, pangkalan militer baru, dan jika dibutuhkan, sistem serangan baru.”

“Lalu, apa yang harus kami lakukan? Dalam hal ini, kami harus mengambil tindakan balasan. Kami harus mengarahkan sistem misil ke fasilitas-fasilitas yang mengancam kami,” tutur Putin. “Situasinya menjadi semakin menegangkan.”

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.