Teroris Serang London, Rusia Siap Bentuk Aliansi Antiteroris Internasional

Pada hari Sabtu (3/6) malam waktu setempat, serangan teroris kembali terjadi di London. Setidaknya insiden itu menelan tujuh korban jiwa dan melukai 48 orang.

Pada hari Sabtu (3/6) malam waktu setempat, serangan teroris kembali terjadi di London. Setidaknya insiden itu menelan tujuh korban jiwa dan melukai 48 orang.

Press Photo
Sabtu (3/6) malam waktu setempat, serangan teroris kembali terjadi di London, di mana sebuah mobil berisi tiga orang menabrak para pejalan kaki di Jembatan London.

Rusia selalu siap untuk bekerja sama dengan Inggris dan Barat dalam membasmi teroris-teroris di wilayah tempat mereka berasal dan negara-negara target mereka, kata Konstantin Kosachev, Ketua Komisi Urusan Luar Negeri Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Minggu (4/6).

“Rusia selalu siap dari awal untuk bekerja sama dengan Inggris dan barat terhadap ancaman bersama ini, (memberantas terorisme) di tempat mereka berasal, dan di negara-negara kita ini. Berapa banyak lagi tragedi yang harus terjadi sampai calon aliansi kami di pemberantasan terorisme mengubah pemikiran mereka? Atau, kapan persepsi dunia akan berubah?” ujar Kosachev di halaman Facebook-nya, seperti yang diberitakan Sputnik. Ia menyampaikan belasungkawa terhadap korban terorisme di London.

Pada hari Sabtu (3/6) malam waktu setempat, serangan teroris kembali terjadi di London, di mana sebuah mobil berisi tiga orang menabrak para pejalan kaki di Jembatan London. Ketiga orang tersebut kemudian melanjutkan perjalanan hingga Pasar Borough, dan mulai menikam orang-orang di pasar. Para teroris tersebut kemudian ditembak mati oleh polisi setempat dalam beberapa menit.

Setidaknya insiden itu menelan tujuh korban jiwa dan melukai 48 orang. Kepolisian London saat ini telah menangkap 12 orang yang disinyalir memiliki hubungan dengan serangan itu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.