"Moskow Ikut Campur Urusan Domestik Kami", Alasan Montenegro Gabung NATO

Menurut Menteri Luar Negeri Montenegro Srdjan Darmanovic, Moskow berusaha ikut campur di urusan dalam negeri mereka supaya mencegah mereka gabung aliansi militer Eropa tersebut. Menurut Moskow, hal tersebut hanyalah "justifikasi".

Pemerintah Montenegro berusaha menjustifikasi alasannya bergabung NATO dengan menuduh Moskow mengintervensi urusan dalam negeri mereka, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zarakhova.

Pada hari Minggu (28/5), Menteri Luar Negeri Montenegro Srdjan Darmanovic mengatakan bahwa Moskow berusaha ikut campur di urusan dalam negeri Montenegro supaya mencegah Podgorica (ibu kota Montenegro) ikut aliansi militer Eropa tersebut.

“Kemenlu Rusia telah berkali-kali menanggapi pernyataan dari politisi Montenegro mengenai dugaan ancaman dari Rusia, mengenai intervensi kami di urusan dalam negeri mereka, dan lain sebagainya. Semua langkah ini cukup bagi mereka untuk menjustifikasi alasan bergabung NATO,” ujar Zakharova kepada National News Service, seperti yang dikutip Sputnik.

Bulan April lalu, melalui pemungutan suara, sebanyak 46 dari 81 anggota parlemen Montenegro sepakat untuk mendukung pengesahan undang-undang yang mengonfirmasi keanggotaan negara itu dengan NATO. Sesi pemilihan suara itu diprotes oleh pihak oposisi, yang mengadakan demonstrasi di luar gedung parlemen.

Zakharova mengatakan bahwa rakyat Montenegro sebenarnya tidak ingin negaranya bergabung dengan NATO meski ada isu ‘mata-mata’, ‘campur tangan Kremlin’, serta ‘pertahanan terhadap musuh’ buatan pemerintah mereka.

Montenegro diundang bergabung aliansi militer tersebut pada Desember 2015. Hal tersebut ditanggapi secara positif oleh pemerintah mereka dan menyebabkan munculnya protes di sana. Pada 19 Mei 2016, negara-negara anggota NATO menandatangani protokol aksesi Montenegro, dan diharapkan akan selesai per Juni 2017.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.