Dibantu Pemerintah, Aktivitas 15 Ribu Usaha Kecil di Aleppo Kembali Pulih

Warga Aleppo perlahan mulai kembali menjalankan aktivitas mereka seperti sebelum pendudukan militan.

Warga Aleppo perlahan mulai kembali menjalankan aktivitas mereka seperti sebelum pendudukan militan.

Reuters
Pemerintah setempat mencoba menyediakan subsidi dan kredit tanpa bunga.

Lebih dari 15 ribu aktivitas usaha telah pulih dan berjalan normal di Aleppo, ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Aleppo Fares al-Shehabi. Menurut al-Shehabi, sebelum sebagian wilayah Aleppo dikuasai militan, setidaknya ada 60 ribu bentuk usaha yang berjalan di kota kedua terbesar di Suriah itu.

“Pemerintah mencoba menyediakan subsidi dan kredit tanpa bunga kepada para pengusaha. Hasilnya, lebih dari 15 ribu usaha kecil telah berjalan kembali di Aleppo,” ujar al-Shehabi, seperti yang dikutip TASS, Senin (22/5). Ia menambahkan, pemerintah memberikan tax holiday (pengurangan pajak penghasilan secara sementara -red.) kepada para pengusaha kecil yang bisnisnya terpaksa tutup saat masa pendudukan militan.

Menurut al-Shehabi, aktivitas para militan di Aleppo (sejak 2012 hingga November 2016) telah menghancurkan hampir seluruh fasilitas usaha kecil dan mengubah sisanya menjadi tempat untuk memproduksi senjata, bahan peledak, ranjau, hingga misil.

Akomodasi bisnis tersebut merupakan upaya pemerintah setempat untuk mencapai tujuan ekonomi utama, yaitu mempertahankan bisnis swasta, yang porsinya dulu mencapai lebih dari 90 persen di Suriah.

Al-Shehabi menambahkan bahwa pemerintah turut membangun jaringan listrik di berbagai tempat dan menyediakan generator di tempat yang belum tersambung aliran listriknya.

Pada Desember tahun lalu, pemerintah Suriah, dengan bantuan Rusia, merebut kembali kota yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok pemberontak dan teroris. Sejak itu, unit-unit penyapu ranjau Rusia telah membersihkan Aleppo dari sisa-sisa bom yang tersebar di seluruh penjuru kota serta memberikan bantuan kemanusiaan pada para penduduk di kota itu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.