Rusia Ingatkan Warga yang Gabung Teroris di Timteng Akan Jadi Musuh Negara

Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

Flicrt/Ash Carter
Tahun lalu, sebanyak 151 warga Rusia ditangkap di wilayah negara mereka karena berpihak dengan teroris yang hendak melancarkan aksi militan.

Warga negara Rusia yang bergabung dengan kelompok teroris di Timur Tengah tidak akan diterima lagi di tanah airnya karena mereka telah menjadi musuh negara, kata Kepala Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev.

“Kami harap mereka tidak pernah kembali ke Rusia karena mereka musuh utama kami. Memang sulit untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar, tapi kami tetap harus mengusahakan hal itu,” ujar Patrushev saat diwawancara saluran televisi Rossiya-24, seperti yang diberitakan TASS, Jumat (19/5).

Tahun lalu, sebanyak 151 warga Rusia ditangkap di wilayah negara mereka karena berpihak dengan teroris yang hendak melancarkan aksi militan. “Saya tidak menyangkal bahwa jumlah ini akan bertambah,” kata Patrushev.

Sebelumnya, Patrushev mengatakan bahwa sekitar empat ribu warga Rusia telah menjadi anggota kelompok teroris yang terlibat dalam pertempuran di Timur Tengah.

Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu menegaskan bahwa warga Rusia yang bergabung dengan kelompok teroris ISIS akan kehilangan status kewarganegaraannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.