Pameran Pertahanan di Peru, Rusia Akan Pamerkan 250 Lebih Jenis Produk

Stan milik Rosoboronexport akan menyediakan informasi untuk lebih dari 250 sampel produk militer pada Pameran Teknologi Pertahanan dan Pencegahan Bencana Alam Internasional (SITDEF) ketujuh di Peru.

Stan milik Rosoboronexport akan menyediakan informasi untuk lebih dari 250 sampel produk militer pada Pameran Teknologi Pertahanan dan Pencegahan Bencana Alam Internasional (SITDEF) ketujuh di Peru.

Evgeny Biyatov/RIA Novosti
Perusahaan pengekspor senjata negara Rosoboronexport akan berpartisipasi pada Pameran Teknologi Pertahanan dan Pencegahan Bencana Alam Internasional (SITDEF) ketujuh di Peru.

Melalui perusahaan pengekspor senjata negara Rosoboronexport, Rusia akan memamerkan lebih dari 250 persenjataan dan produk teknologi pertahanan pada Pameran Teknologi Pertahanan dan Pencegahan Bencana Alam Internasional (SITDEF) ketujuh di Peru.

“Stan milik Rosoboronexport akan menyediakan informasi untuk lebih dari 250 sampel produk militer. Banyak dari produk itu yang telah digunakan oleh Pasukan Kedirgantaraan Rusia dalam operasi antiterorisme di Suriah. Mereka telah terbukti mampu digunakan untuk tempur di dunia nyata dengan kualitas tinggi,” ujar perusahaan tersebut dalam rilis persnya, seperti yang dikutip TASS, Rabu (17/5).

Pameran tersebut sekaligus melanjutkan bisnis Rosoboronexport di Amerika Latin, yang merupakan salah satu daerah pengimpor senjata Rusia paling banyak. Menurut perusahaan itu, produk yang diperkirakan akan paling banyak terjual ke sana adalah pesawat latihan tempur Yak-130 serta jet tempur MiG-29M dan Su-30.

Selain itu, Rosoboronexport turut mencatat minat pada helikopter Mi-171Sh, Mi-28NE, Mi-35M, tank perang T-90S, kendaraan personel lapis baja BTR-80, BTR82A, serta beberapa sistem antimisil Rusia.

Sejak tahun 2000, Rusia telah mengirim persenjataan dan perlengkapan militer senilai 10 miliar dolar AS (133 triliun rupiah) ke Amerika Latin

Pameran tersebut diadakan dua tahun sekali sejak tahun 2007, dan akan digelar mulai hari Kamis (18/5) hingga Minggu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.