Bersaing dengan Tiongkok di Perekonomian Global, Putin: Rusia Tidak Takut

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Forum Belt and Road di Beijing, Tiongkok, 15 Mei 2017.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Forum Belt and Road di Beijing, Tiongkok, 15 Mei 2017.

Reuters
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kerja sama dengan Beijing adalah hal yang positif.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negaranya tidak takut dengan Tiongkok sebagai salah satu rival utamanya di perekonomian global karena Moskow justru menganggap kerja sama dengan Beijing sebagai hal yang positif.

“Rusia bukanlah negara yang takut dengan banyak hal, dan tentu saja (aktivitas) Tiongkok tidak bermaksud untuk merugikan pihak mana pun. Kami mengambil keputusan bersama. Kami tentu tidak akan mengambil keputusan yang merugikan diri kami,” ujar Putin dalam konferensi pers forum ekonomi internasional Belt and Road di Beijing, yang didedikasikan untuk membahas kerja sama internasional berbasis strategi pembangunan One Belt, One Road (OBOR) milik Tiongkok.

Sebagaimana yang dikutipTASS, Senin (15/5), Putin mengatakan bahwa Rusia hanya menyetujui tawaran yang menguntungkan negaranya. Sang presiden pun menyebutkan bahwa Rusia akan “berdosa” jika tidak memanfaatkan peluang kerja sama dengan Tiongkok.

“Rusia adalah negara yang terbuka untuk bekerja sama dengan negara mana pun. Saat ini, Tiongkok juga menunjukkan keterbukaan yang sama ke seluruh dunia,” ujar Putin.

OBOR adalah strategi pembangunan yang digagas Presiden Tiongkok Xi Jinping yang berfokus pada hubungan dan kerja sama di antara negara-negara di dunia, terutama di antara Tiongkok dan negara-negara Eurasia.

Dalam forum tersebut, Rusia dan Tiongkok berencana untuk mengadakan kerja sama dan investasi dengan total nilai 14,5 miliar dolar AS (192,7 triliun rupiah) untuk mendorong pembangunan di Timur Jauh Rusia dan Timur Laut Tiongkok.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.