AS Optimistis Tumpas ISIS di Afganistan Tahun Ini, Pengamat: Terlalu Naif

Tentara AS dari Resolute Support Mission di Afganistan.

Tentara AS dari Resolute Support Mission di Afganistan.

AP
AS mengatakan bahwa pasukan yang dipimpin NATO di Afganistan dapat menghancurkan cabang ISIS di negara itu tahun ini.

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) berharap dapat membasmi ISIS di Afganistan tahun ini. Namun, Dmitry Verkhoturov, seorang pengamat politik di Pusat Kajian Afganistan Kontemporer, menganggap hal itu sulit terjadi karena penanggulangan terorisme tidak bisa dilakukan hanya dengan upaya militer.

“Perang melawan pasukan gerilya, terlepas dari ideologi mereka, adalah hal yang rumit, yang perlu melibatkan langkah-langkah politis, administratif, dan ekonomi. Sangat naif untuk mengatakan bahwa tentara Amerika bisa langsung menumpas ISIS hanya dengan menggelar beberapa operasi,” ujarnya kepada RIA Novosti, seperti yang dikutip Sputnik.

Sebelumnya, Kapten Angkatan Laut AS Bill Salvin, yang menjabat sebagai juru bicara tentara AS di Afganistan, mengatakan bahwa Resolute Support Mission —pasukan penanggulangan terorisme di Afganistan yang dipimpin NATO — punya “kesempatan yang bagus” untuk menghancurkan cabang ISIS di negara itu tahun ini.

Verkhoturov menerangkan bahwa ISIS lebih kuat dari pasukan AS, dan mengalahkan mereka di Afganistan tidak akan mudah karena AS tidak punya cukup pengalaman untuk secara efisien mengatasi perang gerilya.

“Yang masih mungkin dilakukan adalah mengurangi tingkat aktivitas ISIS di beberapa provinsi (di Afganistan) dengan memaksa mereka melarikan diri ke persembunyian di tempat lain.”

Bulan lalu, AS meluncurkan bom non-nuklir terkuatnya ke target ISIS di timur Afganistan, yaitu GBU-43/B yang dijuluki ‘Ibu dari Semua Bom’ (MOAB).

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.