Tingkatkan Kualitas Musikal, Orkes Jakarta Pentaskan Musik Klasik Rusia

Orkes itu dimainkan oleh 56 pemusik terpilih yang sudah menjalankan audisi di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka rata-rata masih berusia 20-an dan tampil dalam dua babak yang masing-masing berdurasi 40 menit.

Orkes itu dimainkan oleh 56 pemusik terpilih yang sudah menjalankan audisi di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka rata-rata masih berusia 20-an dan tampil dalam dua babak yang masing-masing berdurasi 40 menit.

Jakarta City Philharmonic
Jakarta City Philharmonic (JCP) mengadakan konser ketiganya dengan mengadopsi musik klasik Rusia. Dewan Kesenian Jakarta, yang merupakan pelopor JCP, mengatakan bahwa musik klasik Rusia memiliki standar kesulitan yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan kualitas komposer Indonesia.

Kelompok orkes Jakarta City Philharmonic (JCP) pada hari Kamis (4/5) malam mengadakan konser ketiganya yang bertajuk The Mighty Handful, yang terinspirasi dari kelompok komposer abad ke-19 dari Sankt Peterburg dengan nama yang sama

Konser yang diadakan di Gedung Kesenian Jakarta tersebut di antaranya menampilkan orkes Symphony No. 2 in B Minor dan Scheherazade, Op. 35, yang merupakan karya dua komposer The Mighty Handful, Alexander Borodin dan Nikolai Rimsky-Korsakov. 

Selain itu, proyek musikal yang dibentuk oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) ini juga menampilkan Puisi Simfoni Kemenangan yang dibawakan oleh Trisutji Kamal, komposer legendaris Indonesia yang telah berkarier selama 50 tahun dan memiliki berbagai penghargaan nasional. 

Ketua Bidang Program DKJ Aksan Sjuman mengatakan bahwa pihaknya memilih tema tersebut karena musik klasik Rusia sendiri memiliki standar kesulitan yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan kualitas komposer Indonesia. 

“Ini juga jadi ajang untuk meningkatkan kualitas,” ujar Aksan, seperti yang diberitakan CNN Indonesia.

Dalam keterangan yang didapatkan RBTH Indonesia, Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Mulia Simandjuntak mengatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan wahana bagi pengelola, artis, pekerja seni, serta masyarakat ibu kota untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan atmosfer berkesenian yang baik.

“Karena jarang mendapat kesempatan memainkan repertoar klasik, keterampilan para pemusik orkes kita relatif kurang terlatih. Oleh karena itu, Bekraf mendukung dan mendorong berbagai kerja pelaku ekonomi kreatif yang menghadirkan ruang ekspresi dan dialog seni,” ujarnya.

Orkes itu dimainkan oleh 56 pemusik terpilih yang sudah menjalankan audisi di Jakarta dan Yogyakarta. Mereka rata-rata masih berusia 20-an dan tampil dalam dua babak yang masing-masing berdurasi 40 menit.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.