Jika Ikut Pilpres 2018, Putin Diprediksi Akan Kantongi 75 Persen Suara

Putin paling populer di kalangan pemilih berusia 18 hingga 24, yang 65 persen dari mereka mengatakan akan memilih Putin dalam pilpres tahun depan.

Putin paling populer di kalangan pemilih berusia 18 hingga 24, yang 65 persen dari mereka mengatakan akan memilih Putin dalam pilpres tahun depan.

Global Look Press
Berdasarkan angka yang dikeluarkan tiga lembaga survei opini publik Rusia, Putin mendapatkan dukungan yang tak tertandingi dari masyarakat.

Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memiliki saingan berat dan akan mengantongi 70 – 75 persen suara iika ia kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun depan, demikian diprediksi Yayasan Pembangunan Masyarakat Sipil (FCSD).

Pada Kamis (4/5), FCSD, yang merupakan lembaga riset nonpemerintah, mempresentasikan laporan kajian popularitas Putin berdasarkan angka yang dirilis tiga lembaga survei opini publik Rusia — Romir, VTsIOM, dan FOM.

“Putin mendapatkan dukungan yang tak tertandingi dari masyarakat. Tidak ada satu pun yang bisa menggantikan sang petahana,” ungkap laporan tersebut, seperti yang diberitakan Sputnik.

Survei dari Romir menemukan bahwa Putin paling populer di kalangan pemilih berusia 18 hingga 24, yang 65 persen dari mereka mengatakan akan memilih Putin dalam pilpres tahun depan. Selain itu, 64 persen warga berusia 24 hingga 34 mengatakan akan memilih Putin, begitu pula dengan 56 persen warga yang berusia 40 hingga 50-an.

Hingga saat ini, Kremlin belum dapat mengonfirmasi keikutsertaan sang presiden pada pilpres tahun depan. Jubir Kremlin Dmitry Peskov pada Februari lalu mengatakan bahwa “saat ini terlalu dini bagi Putin untuk membuat pernyataan terkait pilpres”.

Beberapa pihak yang sudah menyatakan akan maju di pilpres 2018 adalah aktivis antikorupsi Alexei Alexei Navalny dan Ketua Partai Demokratik Liberal Rusia (LDPR) Vladimir Zhirinovsky, yang belakangan berjanji akan menamai kembali kota Volgograd menjadi Stalingrad jika dirinya terpilih sebagai presiden tahun depan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.