Diserang AS dan Israel, Suriah Akan Beli Sistem Pertahanan Udara Rusia

Presiden Suriah Bashar Assad

Presiden Suriah Bashar Assad

Valery Sharifulin/TASS
Serangan udara dari AS dan Israel bulan ini membuat Suriah ingin membeli sistem pertahanan udara Rusia, ujar Presiden Bashar Assad.

Presiden Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa pihaknya berniat membeli sistem pertahanan udara terbaru Rusia guna menangkal serangan dari Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Suriah.

Assad menyebut pemerintah Suriah sedang berunding dengan Rusia soal rencana pembelian itu.

“Sungguh wajar jika kami harus memiliki sistem seperti itu demi mengatasi ancaman udara Israel maupun misil AS. Ini bisa terjadi setelah agresi AS di Ash Sha’irat,” ujar Assad seperti dikutip kantor berita resmi Suriah, SANA, Kamis (27/4) waktu setempat.

Bulan lalu, AS meluncurkan puluhan rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, dekat Homs. AS menjustifikasi serangan itu dengan mengatakan bahwa itu merupakan respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di Idlib pada 4 April, yang dituduhkan Washington kepada Damaskus.

Di sisi lain, pada Kamis (27/4), Israe meluncurkan misil ke dekat Bandara Internasional Damaskus di Suriah. Serangan itu menyebabkan kerusakan material pada fasilitas militer yang terletak tak jauh dari bandara.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.