Survei, Jumlah Orang Rusia yang Merasa Bahagia Catatkan Rekor Tertinggi

Tahun ini, tingkat kebahagiaan orang Rusia mencapai 85 persen.

Tahun ini, tingkat kebahagiaan orang Rusia mencapai 85 persen.

RIA Novosti/Alexey Malgavko
Dalam survei yang diadakan Pusat Penelitian Opini Publik Rusia, tingkat kebahagiaan orang Rusia mencapai 85 persen.

Jumlah orang Rusia yang merasa bahagia telah mencatatkan rekor tertingginya, demikian hasil survei yang diungkapkan Pusat Penelitian Opini Publik Rusia (VTsIOM), Rabu (26/4).

“Tingkat kebahagiaan orang Rusia, menurut kriteria subjektif, mencapai 85 persen — angka tertinggi dari seluruh penelitian serupa yang pernah kami adakan. Persentase ini tinggi untuk semua kelompok sosiodemografi,” ujar VTsIOM dalam laporannya, seperti yang diberitakan TASS.

Indeks kebahagiaan tahun ini mencapai 72 poin dari skala -100 hingga 100. Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang konstan karena pada tahun 1990, 2010, dan 2016 jumlahnya secara berurutan adalah 17 poin, 48 poin, dan 66 poin.

Sebanyak 32 persen responden merasa bahagia karena keluarga mereka dan 19 persen karena keberadaan anak mereka. Selain itu, 21 persen responden mengatakan bahwa kesehatan adalah faktor penting terhadap kebahagiaan mereka, dan 14 persen percaya bahwa pekerjaan yang bagus membawa kebahagiaan.

Salah satu hal yang membuat orang Rusia tidak bahagia adalah kesulitan finansial. Hal tersebut disetujui oleh 9 persen responden, sementara 6 persen responden yakin bahwa pendapatan yang kecil dan kesehatan yang buruk adalah faktor utama ketidakbahagiaan.

Menurut survei tersebut, setengah responden (50 persen) merasa bahwa orang yang bahagia dan tidak bahagia di sekitar mereka berjumlah sama, dan 35 persen responden percaya bahwa kebanyakan teman dan kerabat mereka adalah orang yang berbahagia.

Pakar VTsIOM Oleg Chernozub mengatakan bahwa kebahagiaan individual adalah hal yang orang Rusia pakai untuk menilai kebahagiaan mereka. Selain itu, ada pula faktor eksternal seperti politik dan ekonomi.

Survei tersebut diadakan pada 31 Maret hingga 2 April 2017 kepada 1.800 orang Rusia. Batas kesalahannya tidak melebihi 2,5 persen.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.