Parlemen Rusia Sahkan UU yang Melarang Pemberian Nama Aneh untuk Anak

Menurut politikus Dewan Federasi Valentina Petrenko, kebebasan orang tua terkadang memicu terjadinya penyalahgunaan hak.

Menurut politikus Dewan Federasi Valentina Petrenko, kebebasan orang tua terkadang memicu terjadinya penyalahgunaan hak.

Valery Sharifulin/TASS
Dewan Federasi Rusia telah mengesahkan UU yang melarang orangtua memberikan nama yang aneh untuk anak-anak mereka.

Pada Rabu (26/4), Majelis tinggi parlemen Rusia (Dewan Federasi) mengesahkan undang-undang (UU) yang melarang orangtua memberikan nama yang “aneh” kepada anak-anak mereka.

TASS melaporkan, UU tersebut melarang nama di dalamnya terdapat unsur angka, singkatan, simbol, tulisan yang bukan huruf (kecuali tanda pisah), kata-kata cabul, serta jabatan atau status.

Namun begitu, UU yang diinisiasi politikus Dewan Federasi Valentina Petrenko tersebut mengizinkan orangtua untuk memasukkan dua nama keluarga untuk anak mereka dari nama ayah dan ibu, dan harus diberi tanda hubung.

Sebelumnya, tidak ada undang-undang yang mewajibkan orangtua memberi anak mereka nama yang secara terbuka tidak melanggar kepentingan dan hak anak. Karena itulah, muncul nama-nama anak Rusia yang dianggap “aneh”.

Nama-nama teraneh yang pernah diberikan kepada anak-anak di Moskow sejak 1998 di antaranya adalah Dolphin, Nikolai-Nikita-Nil, Summerset Ocean, Princess Daniela, Sophia the Little Sun, dan yang paling aneh sejauh ini: BOChrVF260602 (yang berarti “objek manusia biologis dari keluarga Voronin-Frolov yang lahir pada 26 Juni 2002”).

BOChrVF260602, yang kini berusia 14, belum memiliki dokumen identitas karena kantor pencatatan kependudukan Moskow menolak mendaftarkan nama aneh.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.