Rusia Duduki Peringkat Ketiga Negara dengan Belanja Militer Terbesar Dunia

Kendaraan militer melaju di Jalan Tverskaya dalam latihan Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow.

Kendaraan militer melaju di Jalan Tverskaya dalam latihan Parade Hari Kemenangan di Lapangan Merah di Moskow.

Vladimir Smirnov/TASS
Rusia menduduki peringkat ketiga di daftar negara dengan pengeluaran militer terbanyak di dunia dengan jumlah 69,2 miliar dolar AS (906,9 triliun rupiah) tahun lalu. AS dan Tiongkok menduduki peringkat pertama dan kedua dengan pembelanjaan militer diestimasikan mencapai 611 miliar dolar AS dan 215 miliar dolar AS secara berurutan.

Dengan pengeluaran militer mencapai 69,2 miliar dolar AS (906,9 triliun rupiah) tahun lalu, Rusia menduduki peringkat ketiga di daftar negara dengan pengeluaran militer terbanyak di dunia, ujar Institut Penelitian untuk Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI), Senin (24/4).

Jumlah tersebut meningkat 5,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Porsi pembelanjaan militer Rusia tahun lalu mencapai 5,3 persen dari produk domestik bruto (PDB) negara — proporsi terbesar negara sejak keruntuhan Uni Soviet.

Seperti yang dikutipTASS, SIPRI mengatakan bahwa Rusia menduduki peringkat ketiga karena ada peningkatan tak terduga di pembelanjaan militernya pada akhir 2016 serta pemotongan anggaran pembelanjaan militer Arab Saudi — yang menduduki peringkat keempat — sebesar 30 persen menjadi 63,7 miliar dolar AS.

Menurut SIPRI, “peningkatan pengeluaran dan beban ekonomi (Rusia) datang ketika ekonomi negara sedang bermasalah karena rendahnya harga minyak dan gas serta sanksi ekonomi yang diberlakukan sejak 2014”.

“Awalnya diperkirakan bahwa pemerintah Rusia akan mengurangi pembelanjaan negara, namun nyatanya pada akhir 2016 mereka meningkatkan hal tersebut, termasuk di bidang militer,” ujar laporan itu.

“Pemerintah Rusia memutuskan untuk membayar utang 11,8 miliar dolar AS kepada produsen senjata Rusia. Tanpa pembayaran utang ini, pengeluaran militer mereka akan menurun 12 persen.”

AS dan Tiongkok menduduki peringkat pertama dan kedua di daftar yang dipublikasikan SIPRI tersebut, dengan pembelanjaan militer diestimasikan mencapai 611 miliar dolar AS dan 215 miliar dolar AS secara berurutan. Nilai yang dikeluarkan AS tersebut mencapai 36 persen dari total pembelanjaan militer dunia.

 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.