Kremlin: Setop Penggunaan Dolar, Cara Satu-satunya Hentikan Agresi AS

Presiden AS melakukan apa yang diminta oleh elite-elite yang berkuasa.

Presiden AS melakukan apa yang diminta oleh elite-elite yang berkuasa.

Shutterstock/Legion Media
Penasihat Presiden Rusia Sergey Glazyev mengatakan bahwa melepaskan diri dari dolar AS adalah satu-satunya cara bagi korban agresi AS.

Satu-satunya cara untuk menghentikan agresi AS adalah dengan berhenti menggunakan dolar AS, ujar Sergey Glazyev selaku Penasihat Presiden Rusia, Jumat (21/4).

“Semakin agresif AS, semakin cepat pula dolar akan jatuh. Melepaskan diri dari dolar AS adalah satu-satunya cara bagi korban agresi mereka untuk menghentikan serangan ini. Bila kami dan Tiongkok menghentikan penggunaan dolar, kejayaan militer AS akan berakhir,” ujarnya ketika diwawancara TASS.

Menurut Glazyev, presiden AS melakukan apa yang diminta oleh elite-elite yang berkuasa. “Agresi AS di seluruh dunia berakar pada keinginan mereka untuk mempertahankan hegemoni, di saat mereka sudah melewati Tiongkok dalam menguasai perekonomian dunia.”

AS tidak memiliki alat supaya negara lain menggunakan dolar AS selain dengan kekerasan (penggunaan senjata -red.), ujar Glazyev. “Itulah kenapa mereka ikut serta dalam perang hibrida dengan berbagai pihak di dunia, supaya beban utang mereka berpindah ke negara lain, sehingga semua orang menggunakan dolar AS dan sekaligus melemahkan wilayah yang sebelumnya tak dapat mereka kendalikan.”

“Dalam hal ini, gelombang anti-Rusia dan meningkatnya fobia terhadap Rusia dapat dilihat sebagai dampak dari kepentingan tertentu elite-elite berkuasa AS,” ujarnya menambahkan.

“Secara objektif, mereka mengadakan perang hibrida global, dan secara subjektif, perang ini ditujukan kepada kita. Sebagaimana yang selalu terjadi ketika ada pergantian pemimpin global (pergantian presiden AS dari Barack Obama ke Donald Trump), perang diletuskan untuk mengontrol negara-negara pelosok.”

“Selama Perang Dunia I dan II, Britania berupaya mempertahankan kekuasaan globalnya. Sekarang AS melakukan hal yang sama, dan Trump menunjukkan ketertarikannya (mempertahankan kekuasaan),” ujarnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.