Kadyrov Bantah Tuduhan Penganiayaan Kaum Homoseksual di Chechnya

Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa publikasi yang dimuat Novaya Gazeta mengenai penganiyaan terhadap kaum homoseksual di Chechnya bersifat provokatif.

Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov (kanan) meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa publikasi yang dimuat Novaya Gazeta mengenai penganiyaan terhadap kaum homoseksual di Chechnya bersifat provokatif.

Sputnik
Pada awal April, media Novaya Gazeta memublikasikan materi yang melaporkan mengenai penangkapan massal warga dengan orientasi seksual yang menyimpang di Chechnya. Informasi tersebut lantas dibantah oleh Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov.

Kremlin tak memiliki alasan untuk tidak memercayai laporan Kepala Republik Chechnya Ramzan Kadyrov yang membantah informasi mengenai penganiyaan terhadap kaum homoseksual di Chechnya, demikian hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov seperti yang dilansirRIA Novosti.

Pada awal bulan ini, media Novaya Gazetamemublikasikan materi yang melaporkan mengenai penangkapan massal warga dengan orientasi seksual yang menyimpang di Chechnya. Informasi ini lantas dibantah oleh Kadyrov.

Kadyrov meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa publikasi tersebut bersifat provokatif dan menekankan bahwa semua pihak yang bersangkutan kini masih hidup dan dalam kondisi baik. Menanggapi hal itu, sejumlah wartawan menuduh Kadyrov telah berbohong kepada sang presiden.

Pada gilirannya, Kremlin tidak melihat adanya kebohongan dalam laporan yang diberikan oleh Kadyrov.

“Kami tidak memiliki alasan untuk menyimpulkan bahwa Kadyrov telah menyajikan informasi palsu kepada presiden. Faktanya adalah bahwa presiden sendiri memantau informasi yang diterima oleh layanan khusus, lembaga penegak hukum, dan Dinas Keamanan Federal (FSB). Tidak ada laporan warga yang mendukung laporan media tersebut,” tutur Peskov mengomentari klaim wartawan terhadap Kadyrov.

“Selama tidak ada pernyataan pribadi yang mendukung hal tersebut, kami tidak memiliki alasan untuk tidak memercayai sang kepala republik,” kata Peskov menyimpulkan.

Kadyrov sendiri menyebut kasus tersebut sebagai fitnah dan meyakini bawa isu ini adalah bagian dari kampanye terselubung yang digalakkan media.

“Silakan bawa kasus ini ke kejaksaan, Komite Investigasi, atau FSB supaya mereka melakukan investigasi dan menghukum pihak yang bersalah — jika memang ada. Para wartawan ini hanya berupaya meningkatkan popularitasnya saja,” kata Kadyrov.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.