Kremlin: Pemerintah Tak Membatasi Aktivitas LSM Tatar Krimea di Rusia

“Segala hal yang tidak dilarang berarti diizinkan — baik kegiatan publik, politik, maupun kegiatan lainnya,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov,

“Segala hal yang tidak dilarang berarti diizinkan — baik kegiatan publik, politik, maupun kegiatan lainnya,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov,

Anna Dovgal
Selama tidak berhubungan dengan ekstremisme, Moskow tidak membatasi aktivitas LSM Tatar Krimea di Rusia.

Pemerintah tidak membatasi aktivitas LSM Tatar Krimea di Rusia selama tidak berhubungan dengan ekstremisme, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada para wartawan, mengomentari keputusan Pengadilan Internasional PBB menyusul tuntutan hukum yang dilayangkan Ukraina.

“Sebenarnya, tidak ada batasan untuk menjalankan LSM, termasuk bagi masyarakat Tatar Krimea. Namun, kita tahu bahwa ada beberapa organisasi ekstremis. Segala bentuk aktivitas ekstremisme akan diadili di seluruh Rusia,” kata Peskov, menjawab pertanyaan wartawan apakah organisasi Mejlis Rakyat Tatar Krimea, yang sebelumnya dilarang karena dianggap sebagai organisasi ekstremis, akan diizinkan di Rusia.

“Segala hal yang tidak dilarang berarti diizinkan — baik kegiatan publik, politik, maupun kegiatan lainnya. Sama sekali tidak ada masalah dalam hal ini,” tambahnya, seperti yang dikutip kantor berita TASS.

Pada 19 April, Pengadilan Internasional, yang merupakan badan peradilan utama PBB, mengabulkan sebagian permintaan Ukraina untuk mengambil tindakan sementara terhadap Rusia. Sehubungan dengan Konvensi Internasional Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial (ICERD), Pengadilan memutuskan bahwa Rusia harus menahan diri dengan tidak membatasi aktivitas komunitas Tatar Krimea untuk melestarikan institusi perwakilannya dan menjamin tersedianya pendidikan dalam bahasa Ukraina. Sementara, sehubungan dengan Konvensi Internasional untuk Menekan Pembiayaan Terorisme, Pengadilan memutuskan bahwa tidak ada urgensi untuk mengambil tindakan sementara terhadap Rusia. Dengan demikian, permintaan Ukraina untuk tindakan semacam itu ditolak.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.