Jet Tempur F-22 Cegat Pesawat Pengebom Rusia di Dekat Alaska

Seorang tentara AS berjaga di depan jet tempur siluman F-22.

Seorang tentara AS berjaga di depan jet tempur siluman F-22.

Reuters
Media AS mengabarkan dua pesawat Tu-95MS Rusia muncul sekitar 450 kilometer dari Zona Identifikasi Pertahanan Udara AS pada Senin malam.

Angkatan Udara AS mengirimkan dua pesawat tempur siluman F-22 dan satu jet peringatan dini E-3 setelah dua pesawat pengebom strategis Tu-95MS Rusia terlihat sekitar 160 kilometer dari Pulau Kodiak, di dekat negara bagian Alaska. Demikian hal itu pertama kali dilaporkanFox News, Selasa (18/4).

Fox News melaporkan, dua pesawat Tu-95MS Rusia muncul sekitar 450 kilometer dari Zona Identifikasi Pertahanan Udara AS pada Senin (17/4) malam.

Dua pesawat pengebom berkemampuan nuklir ini dilaporkan berbalik arah setelah pesawat AS terbang di dekat mereka selama 12 menit.

Kepada CNN, seorang pejabat AS yang tak disebutkan namanya mengatakan bahwa tak ada kontak radio antara pilot Rusia dan AS selama insiden itu.

Kementerian Pertahanan Rusia, sebagaimana yang dilaporkan Sputnik, mengonfirmasi insiden tersebut. Namun demikian, Kementerian menyebutkan bahwa kedua pesawat Tu-95MS terbang di atas perairan internasional.

“Dua Tu-95MS dicegat oleh jet tempur F-22 milik Angkatan Udara AS di atas perairan internasional, di dekat Alaska,” terang Kemenhan Rusia dalam sebuah penyataan.

Menurut Kementerian, pesawat-pesawat Rusia secara berkala menjalankan penerbangan patroli di atas perairan netral di sekitar wilayah Arktik, Samudra Atlantik, Laut Hitam, dan Samudra Pasifik.

“Seluruh penerbangan yang dijalankan Pasukan Kedirgantaraan Rusia dilakukan dengan sangat hati-hati dan berpedoman pada peraturan internasional terkait penggunaan ruang udara di atas perairan netral tanpa melanggar batas wilayah negara lain,” terang Kemenhan.

Bukan Insiden Pertama

Ini bukan pertama kalinya insiden pencegatan terjadi antara aviasi militer Rusia dan AS. Pada 2015, para pejabat militer AS mengklaim bahwa pesawat Rusia telah memasuki wilayah udara AS di dekat negara bagian Alaska dan California.

Saat itu, Angkatan Udara AS juga mengerahkan dua F-22 untuk melacak pesawat Rusia. Namun tak lama kemudian, kedua pesawat dilaporkan kembali ke pangkalan udara mereka.