Tiongkok Minta Bantuan Rusia untuk Redakan Ketegangan di Semenanjung Korea

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak awal 2016 ketika Pyongyang mengadakan uji coba nuklir dan tembakan misil balistik.

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat sejak awal 2016 ketika Pyongyang mengadakan uji coba nuklir dan tembakan misil balistik.

Reuters
Kekhawatiran terhadap program senjata nuklir Korea Utara telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, terlebih setelah AS mengerahkan angkatan lautnya ke Semenanjung Korea.

Tiongkok meminta bantuan Rusia untuk meredakan ambisi nuklir Pyongyang, demikian pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menlu Tiongkok Wang Yi pada perbincangan via telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov. Wang Yi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kemungkinan pecahnya konflik dengan Korea Utara.

Kekhawatiran terhadap program senjata nuklir Korea Utara telah meningkat dalam beberapa hari terakhir, terlebih setelah AS mengerahkan angkatan lautnya ke Semenanjung Korea. Wang Yi memperingkatkan bahwa perang dengan Korea Utara dapat terjadi “kapan pun“.

Dalam perbincangan tersebut, Wang Yi mengemukakan bahwa tujuan kerja sama ini adalah untuk membawa semua pihak kembali ke meja perundingan, demikian dilansirTelegraph.co.uk, mengutip laporan di situs Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

“Tiongkok siap berkoordinasi dengan Rusia untuk membantu meredakan situasi di Semenanjung Korea dan mendorong pihak-pihak terkait untuk melanjutkan dialog,” tutur Wang kepada Lavrov, mengacu pada perundingan enam negara yang sempat terhenti pada 2009. Perundingan tersebut di antaranya melibatkan Rusia, Tiongkok, dan AS yang membahas mengenai program nuklir Korea Utara.

“Kami ingin mencegah perang dan kekacauan di Semenanjung Korea,” tutur Wang Yi.

Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa Tiongkok harus memilih antara memperkuat pengaruhnya terhadap Pyongyang agar melepaskan ambisi nuklirnya, atau terpaksa menerima konsekuensi.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.