Tahun Lalu, 16 Serangan Terorisme dari Warga Negara CIS Dicegah di Rusia

Tahun lalu, ada 16 serangan terorisme dicegah di Moskow, Sankt Peterburg, Krasnoyarsk, Yekaterinburg, Tula, Ufa, Sochi, Novosibirsk, dan Nizhny Novgorod

Tahun lalu, ada 16 serangan terorisme dicegah di Moskow, Sankt Peterburg, Krasnoyarsk, Yekaterinburg, Tula, Ufa, Sochi, Novosibirsk, dan Nizhny Novgorod

Anatoly Medved/TASS
Bersama dengan badan penegakkan hukum lain, Badan Keamanan Federal Rusia sedang melaksanakan sejumlah upaya operasional dan pencegahan untuk mencegah serangan terorisme.

Tahun lalu, sebanyak 16 serangan terorisme yang melibatkan warga Persemakmuran Negara Merdeka (CIS) dicegah di berbagai daerah di Rusia, ujar Direktur Badan Keamanan Federal Rusia (FSB) Alexander Bortnikov, Selasa (11/4).

“Tahun lalu saja, 16 serangan dicegah di Moskow, Sankt Peterburg, Krasnoyarsk, Yekaterinburg, Tula, Ufa, Sochi, Novosibirsk, dan Nizhny Novgorod,” ujarnya seperti yang diberitakan TASS.

Ia mengatakan bahwa “ada warga negara CIS yang terlibat dalam kelompok-kelompok yang telah diamankan. Empat puluh enam cabang organisasi teroris internasional telah dimusnahkan”.

CIS merupakan organisasi regional yang beranggotakan negara-negara bekas Uni Soviet. Berdiri sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991, saat ini negara anggota CIS adalah Armenia, Azerbaijan, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, Moldova, Rusia, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Bersama dengan badan penegakkan hukum lain, FSB sedang melaksanakan sejumlah upaya operasional dan pencegahan untuk mencegah serangan terorisme. Menurut Bortnikov, tugas penting lainnya adalah untuk menangkis masuknya ideologi terorisme serta keterlibatan imigran dan kelompok sosial yang “rentan” dalam aktivitas terorisme.

Di saat yang bersamaan, dibutuhkan upaya untuk memperkuat kerja sama dengan mitra asing, meningkatkan pertukaran informasi, dan mengambil langkah yang diperlukan untuk menahan pelaku kriminal, ujar Bortnikov menambahkan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.