Kemenhan Rusia: Tak Ada Bukti Pemakaian Senjata Kimia Oleh Tentara Suriah

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

Ria Novosti/Alexander Vilf
Perwakilan dari berbagai pihak yang mengunjungi lapangan udara Ash Sha’irat tak melihat bukti penggunaan senjata kimia apa pun oleh tentara Suriah.

Sejumlah pihak yang mengunjungi lapangan udara Ash Sha’irat di Suriah setelah dibombardir rudal AS tak menemukan sedikit pun bekas penggunaan senjata kimia, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov, Sabtu (8/4).

“Puluhan perwakilan dari media, pemerintah setempat, pemadam kebakaran, polisi, hingga militer Suriah, telah mengunjungi lapangan udara tersebut,” ujarnya, seperti yang dikutip TASS. “Mereka tidak melihat satu pun gudang apalagi amunisi kimia. Semua orang di sana tidak memakai masker dan baik-baik saja.”

“Karena itu, pertanyaannya: siapa dan apa yang Presiden AS anggap sebagai ‘bukti’ penggunaan ‘senjata kimia’? Sekali lagi, ini mengingatkan pada kebohongan Colin Powell terkait penggunaan bubuk putih atau laporan ke PM Inggris soal penggunaan senjata kimia di Irak.”

Powell, yang menjabat sebagai menteri Luar Negeri AS dari 2001 hingga 2005, menyebarkan berita bohong mengenai penggunaan bubuk putih untuk menyebarkan bakteri antraks. Salah satu negara yang dituduh menggunakannya adalah Irak. Tuduhan ini kemudian berujung pada tuntutan terhadap Saddam Hussein dan invasi terhadap Irak demi menjatuhkan rezim pemerintah.

Menurut kemenhan, serangan di Suriah menyebabkan empat tentara Suriah tewas, empat cedera, dan dua lainnya hilang. Kantor berita pemerintah Suriah SANA melaporkan bahwa ada sembilan warga sipil yang tewas akibat serangan tersebut.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.