Oposisi Suriah Minta AS Lanjutkan Serangan Terhadap Fasilitas Pemerintah

Kapal perusak Angkatan Laut AS Porter (DDG 78) meluncurkan serangan dari Laut Tengah yang disebut Departemen Pertahanan AS sebagai bagian dari serangan rudal terhadap Suriah pada 7 April 2017.

Kapal perusak Angkatan Laut AS Porter (DDG 78) meluncurkan serangan dari Laut Tengah yang disebut Departemen Pertahanan AS sebagai bagian dari serangan rudal terhadap Suriah pada 7 April 2017.

Reuters
Beberapa negara, seperti Australia, Israel, Arab Saudi, Turki dan Inggris sudah menyatakan dukungan mereka terhadap serangan yang dilakukan AS.

Koalisi Nasional untuk Revolusi Suriah dan Pasukan Oposisi meminta AS untuk melanjutkan serangan terhadap objek-objek yang dikuasai pemerintah, menyusul serangan terhadap lapangan udara Ash Sha'irat di dekat Homs.

“Kami harap akan ada serangan lagi supaya rezim tak lagi mampu menggunakan pesawat-pesawatnya untuk melakukan serangan udara dan menggunakan senjata kimia,” ujar pernyataan yang dirilis pihak oposisi, seperti yang dilansir Sputnik.

Beberapa negara, seperti Australia, Israel, Arab Saudi, Turki, dan Inggris sudah menyatakan dukungan mereka terhadap serangan yang dilakukan AS tersebut, sementara Rusia menganggapnya sebagai agresi tak beralasan terhadap negara yang berdaulat.

Pada Kamis (6/4) malam, AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, dekat Homs. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di Idlib pada Selasa (4/4), yang dituduhkan Washington kepada Damaskus.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.