Luncurkan Serangan Rudal ke Suriah, Pentagon: Jangan Kenai Pasukan Rusia

Sekitar 70 rudal jelajah Tomahawk diluncurkan pada Kamis (6/4) malam ke lapangan udara militer di Ash Sha'irat, 38 kilometer dari tenggara kota Homs, Suriah.

Sekitar 70 rudal jelajah Tomahawk diluncurkan pada Kamis (6/4) malam ke lapangan udara militer di Ash Sha'irat, 38 kilometer dari tenggara kota Homs, Suriah.

Reuters
Pentagon telah memberitahu beberapa negara, termasuk Rusia, terkait rencana serangan rudal yang menargetkan pangkalan udara di Suriah.

Amerika Serikat telah memberikan peringatan kepada Rusia terkait serangan rudal terhadap lapangan udara Suriah pada Kamis (6/4) malam, kata juru bicara Pentagon kepada Sputnik.

Peringatan itu disampaikan melalui saluran “deconfliction”, ujar jubir Pentagon, tanpa memberikan rincian mengenai serangan rudal tersebut.

Pentagon juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak menargetkan pangkalan udara yang ditinggali pasukan Rusia di Suriah.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Rex Tillerson mengklaim bahwa Rusia telah gagal dalam menjalankan kesepakatan yang tercapai pada 2013 lalu terkait perlucutan senjata kimia Suriah. Menlu AS menyebutkan bahwa Moskow bisa jadi terlibat dalam hal ini atau memang tidak kompeten. “Kami tidak memerlukan persetujuan dari Moskow,” kata Tillerson.

Presiden AS Donald Trump meluncurkan puluhan rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer di Ash Sha'irat, 38 kilometer di tenggara kota Homs. Ia mengklaim keputusan itu “berhubungan dengan kepentingan keamanan nasional” Amerika Serikat.

Lapangan udara militer Ash Sha'irat diketahui pernah digunakan sebagai tempat pengisian bahan bakar pesawat-pesawat militer Rusia.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.