AS Serang Suriah dengan Rudal, Kemenlu Rusia: Washington ‘Pamer Otot’

Gedung Kementerian Luar Negeri Rusia.

Gedung Kementerian Luar Negeri Rusia.

AFP / East News
Kemenlu Rusia menegaskan bahwa serangan rudal AS terhadap lapangan udara Suriah adalah tindakan agresi yang nyata terhadap kedaulatan negara itu.

Serangan AS di Suriah tak lain merupakan aksi ‘pamer otot’, terang Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Jumat (7/4). Menurut kemenlu, AS memanfaatkan insiden serangan kimia di Idlib sebagai dalih untuk menyerang Suriah yang sebetulnya merupakan ajang untuk mendemonstrasikan kekuatan mereka.

“Serangan rudal AS terhadap lapangan udara Suriah adalah tindakan agresi yang nyata terhadap kedaulatan Suriah,” kata Kemenlu Rusia menegaskan. Kementerian menyebutkan, serangan rudal AS terhadap Suriah jelas sudah disiapkan sebelumnya.

“Sudah jelas bahwa keputusan untuk melancarkan serangan ke Suriah telah direncanakan di Washington sebelum peristiwa (serangan kimia) di Idlib, yang digunakan sebagai dalih untuk ‘memamerkan otot’ mereka,” terang Kemenlu Rusia. “AS mendemonstrasikan kekuatannya terhadap negara yang sedang berjuang memerangi terorisme internasional.”

Menurut kemenlu, serangan rudal AS terhadap lapangan udara Sha'irat di Suriah memperkeruh hubungan Rusia-AS.

“Tindakan yang diambil AS semakin merusak hubungan Rusia-AS,” kata kementerian.

Pada Kamis (6/4) malam, AS meluncurkan 59 rudal jelajah Tomahawk ke lapangan udara militer Suriah di Ash Sha'irat, dekat Homs. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan itu merupakan respons atas dugaan penggunaan senjata kimia di Idlib pada Selasa (4/4), yang dituduhkan Washington kepada Damaskus.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.