Beberapa Negara Amerika Selatan Tertarik Beli Jet Tempur Rusia

Rusia telah mengajukan proposal untuk pengiriman jet tempur Mikoyan MiG-29 ke Argentina.

Rusia telah mengajukan proposal untuk pengiriman jet tempur Mikoyan MiG-29 ke Argentina.

Mikhail Fomichev/RIA Novosti
Minat dari negara-negara Amerika Selatan disebabkan karakteristik operasional mumpuni yang ditunjukkan jet-jet generasi 4+ dan 4++.

Beberapa negara Amerika Selatan sedang menjajaki kemungkinan untuk membeli jet tempur buatan Rusia, ujar Sergei Ladygin, wakil CEO perusahaan penjual senjata milik negara Rosoboronexport, Selasa (4/4).

“Kolombia, Peru, Venezuela, Uruguay, dan Argentina merupakan sebagian dari negara-negara yang tertarik untuk membeli jet tempur Rusia,” ujarnya, seperti yang dikutip TASS. Ladygin ditunjuk sebagai pemimpin delegasi perusahaannya dalam acara pameran pertahanan dan keamanan LAAD 2017 di Brasil.

Menurutnya, negara-negara tersebut berminat terutama karena karakteristik operasional mumpuni yang ditunjukkan jet-jet generasi 4+ dan 4++. “Dalam beberapa hal, minat mereka juga disebabkan keberhasilan operasi Rusia di Suriah.”

Sebelumnya, Wakil Direktur Layanan Federal untuk Kerja Sama Teknik-Militer Rusia Anatoly Punchuk mengatakan bahwa Rusia telah mengajukan proposal untuk pengiriman jet tempur Mikoyan MiG-29 ke Argentina, yang telah menunjukkan minatnya untuk membeli jet tersebut.

LAAD 2017 diadakan di Rio de Janeiro pada 4 hingga 7 April. Sebanyak 367 perusahaan dari 36 negara diperkirakan berpartisipasi dalam acara ini.

Delegasi Rusia di acara tersebut akan memamerkan produk-produk dari 23 kontraktor, dengan 11 di antaranya akan mendemonstrasikan model-model perangkat militer canggih, seperti pesawat latihan perang Yak-130, helikopter tempur Mi-28NE, helikopter rotor Kamov Ka-226T, helikopter ringan multifungsi Mi-28NE, sistem misil antipesawat jarak pendek Tor-M2KM, kapal korvet Proyek 20382 “Tigr”. Kapal patroli Proyek 12200 “Sobol”, serta perangkat-perangkat lainnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.