Pria Berpeci Terduga Teroris Ternyata Mantan Tentara Rusia yang Masuk Islam

Andrey ditolak untuk terbang ke Moskow dari Bandara Pulkovo di Sankt Peterburg karena sejumlah penumpang menolak untuk terbang bersamanya.

Andrey ditolak untuk terbang ke Moskow dari Bandara Pulkovo di Sankt Peterburg karena sejumlah penumpang menolak untuk terbang bersamanya.

@TolyaSuleymanov / Twitter
Sosok pria berpeci yang ramai dibahas media sebagai terduga pelaku pengeboman di kereta bawah tanah Sankt Peterburg diketahui sebagai seorang mantan kapten AU Bashkiria bernama Andrey Nikitin.

Andrey, yang setelah memeluk Islam mengubah namanya menjadi Ilyas, mendatangi kantor polisi setelah beberapa kali ditolak terbang dari Bandara Pulkovo di Sankt Peterburg ke Moskow.

Ia menekankan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam kasus teror yang terjadi tempo hari di Sankt Peterburg.

Andrey lahir di Bashkortostan dan lulus dari sekolah militer di kota Ryazan dan sempat bertugas di Chechnya. Setelah pensiun sebagai kapten Angkatan Udara, ia kini bekerja sebagai sopir truk.

“Saya menghargai kinerja yang baik dari polisi dan layanan keamanan. Saya menjawab semua pertanyaan yang diajukan kepada saya secara rinci. Mereka mendengar dan dapat mengerti penjelasan saya. Saya sepenuhnya mendukung penegak hukum,” kata Andrey, seperti yang dilansirMedialeaks.ru.

Gambar Andrey yang tertangkap CCTV metro ramai dipublikasikan media sebagai terduga pelaku pengeboman di Sankt Peterburg. Media Life bahkan menyebut Andrey sebagai pelaku dan memublikasikan foto dirinya dengan latar belakang masjid di Sankt Peterburg. Orang-orang bahkan menyebutnya sebagai “pria berpeci pelaku bom bunuh diri”.

Akibatnya, Andrey ditolak untuk terbang ke Moskow dari Bandara Pulkovo di Sankt Peterburg karena sejumlah penumpang menolak untuk terbang bersamanya. Salah seorang penumpang bahkan mengunggah foto Andrey yang tengah duduk sendirian menunggu penerbangan di halaman Twitter miliknya.

Ia pun kebingungan dan terpaksa harus menunggu pesawat lain setelah ditolak terbang pada penerbangan sebelumnya.

“Pihak maskapai mengatakan bahwa mereka tidak dapat menempatkan saya pada penerbangan itu. Mudah-mudahan besok pagi saya bisa terbang dengan pesawat lain.”

Namun nyatanya, pada Selasa (4/4) pagi, Life mengabarkan bahwa Andrey kembali ditolak untuk terbang ke Orenburg. Ia masuk ke dalam pesawat, tetapi polisi mendatanginya dan membawanya pergi.

Berdasarkan informasi terakhir yang dikutip Interfax dari Perwakilan Resmi Komite Keamanan Nasional Kyrgystan Rakhat Sulaimanov, pihak penyelidik mengidentifikasi seorang pria asal Kyrgystan bernama Akbarjohn Jalilov yang diduga kuat sebagai pelaku pengeboman di metro Sankt Peterburg.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.