Badan Penyelidik Sebut Ledakan di Sankt Peterburg Sebagai Serangan Teroris

Tim unit layanan darurat berdiri di samping sebuah helikopter di luar stasiun metro Tekhnologicheskiy Institut di Sankt Peterburg, Rusia, Senin (3/4).

Tim unit layanan darurat berdiri di samping sebuah helikopter di luar stasiun metro Tekhnologicheskiy Institut di Sankt Peterburg, Rusia, Senin (3/4).

Reuters
Departemen investigasi khusus dari Komite Investigasi Rusia telah ditugaskan untuk menyelidiki insiden ini.

Komite Investigasi Rusia telah mengklasifikasikan ledakan di metro Sankt Peterburg kemarin, Senin (4/3), sebagai serangan teroris. Meski begitu, badan penyelidik tetap memperhitungkan segala kemungkinan selama berlangsungnya proses penyelidikan, ungkap Juru Bicara Komite Investigasi Rusia Svetlana Petrenko kepada TASS.

“Kasus pidana dibuka berdasarkan Pasal 205 KUHP (UU Terorisme). Namun, para penyelidik akan terus melanjutkan penyelidikan,” katanya.

Para penyelidik kini tengah memeriksa bekas ledakan di lokasi kejadian.

Kepala Komite Investigasi Aleksandr Bastrykin telah menugaskan departemen investigasi khusus untuk menyelidiki masalah ini.

“Menurut temuan awal, sebuah perangkat peledak yang belum teridentifikasi meledak di dalam kereta di antara stasiun Tekhnologichesky Institut dan Sennaya Ploshchad pada pukul 14.40 waktu Moskow. Akibatnya, banyak penumpang menjadi korban. Sebuah tim yang terdiri dari para penyelidik berpengalaman dan spesialis forensik dari kantor pusat Komite Investigasi telah dikirim ke Sankt Peterburg,” kata Petrenko.

Para ahli akan mengolah data yang ditemukan di TKP. Seluruh potongan bukti material yang penting saat ini tengah dikumpulkan. Para saksi dan karyawan metro pun dimintai keterangan, semantara jumlah korban tengah dipastikan. Temuan awal menunjukkan bahwa keputusan masinis metro yang terus membawa kereta hingga tiba di stasiun adalah keputusan yang tepat.

“Ledakan terjadi di antara dua stasiun. Sang masinis membuat keputusan yang tepat dengan tidak menghentikan kereta saat terjadinya ledakan. Ia tetap membawa kereta ke stasiun berikutnya. Ini membuat proses evakuasi pemberian bantuan kepada korban yang terluka lebih mudah. Tindakin ini membantu mencegah jatuhnya lebih banyak korban tewas,” kata Petrenko.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.