Tiga Tahun Operasi Koalisi AS Hadapi ISIS, Hampir 400 Warga Sipil Terbunuh

Sejak Agustus 2014, laporan jumlah masyarakat sipil yang tewas karena serangan koalisi AS mencapai 396.

Sejak Agustus 2014, laporan jumlah masyarakat sipil yang tewas karena serangan koalisi AS mencapai 396.

AP
Dari Agustus 2014 hingga Februari 2017, koalisi AS melawan ISIS mengadakan 18.645 serangan udara dan 42.089 pertempuran di Suriah dan Irak. Selama periode itu, laporan jumlah masyarakat sipil yang tewas mencapai 396.

Koalisi AS melawan ISIS mengatakan bahwa setidaknya ada 396 masyarakat sipil di Suriah dan Irak yang terbunuh sebagai dampak serangan udara yang mereka adakan dari 2014 hingga 2017.

Dalam pernyataan resminya, koalisi tersebut mengatakan bahwa sejak Agustus 2014 hingga Februari 2017 terdapat 18.645 serangan udara di dua negara Timur Tengah tersebut.

“Sesuai data dari Agustus 2014 hingga Februari 2017, koalisi mengadakan 18.645 serangan udara dan 42.089 pertempuran. Selama periode itu, laporan jumlah masyarakat sipil yang tewas mencapai 396,” ujar koalisi dalam pernyataan resminya, seperti yang dikutip Sputnik, Minggu (2/4).

Menurut mereka, dapat dipastikan 102 di antaranya adalah laporan yang dapat dipercaya, sementara 43 di antaranya sedang ditelusuri.

Bulan lalu, dilaporkan ada 200 orang, kebanyakan masyarakat sipil, yang terbunuh dalam serangan udara koalisi AS di Mosul, Irak. Amnesty Internasional menuduh koalisi tersebut “melanggar hukum kemanusiaan internasional” karena gagal mencegah tingginya jumlah masyarakat sipil yang menjadi korban.

Namun begitu, salah satu kepala Kepolisian Federal Iraq, Brigjen Shaker Alwan Khafaji, mengatakan bahwa bukan AS, melainkan ISIS yang menyebabkan kematian masyarakat di Mosul – melalui kecelakaan truk bom.

“Serangan itu tidak direncanakan. Yang terjadi adalah ledakan dari sebuah truk dengan bahan peledak, sehingga insiden itu terjadi,” ujarnya.

ISIS telah menduduki kota Mosul sejak 2014. Operasi untuk merebut kembali kota ini dimulai pada 17 Oktober 2016. Pada Januari lalu, bagian timur Mosul berhasil dibebaskan, tetapi pertempuran masih terus berlangsung di bagian barat kota itu. Operasi untuk membebaskan wilayah ini dimulai pada 19 Februari lalu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.