Ikut ISIS Selama Dua Tahun, Seorang Warga Rusia Ditangkap di Polandia

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, lebih dari 3,200 orang Rusia pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang di pihak para teroris sejak dimulainya konflik Suriah pada 2011.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, lebih dari 3,200 orang Rusia pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang di pihak para teroris sejak dimulainya konflik Suriah pada 2011.

Reuters
Seorang dari Chechnya bernama Kyuria A., yang terdaftar sebagai pengungsi di Polandia, ditangkap hari Senin (27/3). Ia dianggap melanggar hukum karena secara ilegal melewati perbatasan Polandia, kepemilikan senjata, dan berpartisipasi dalam aktivitas militer terlarang di Timur Tengah.

Agen Keamanan Internal Polandia (ABW) menangkap seorang warga negara Rusia yang diduga berperang di pihak ISIS di Suriah, demikian dilaporkan Sputnik, Jumat (30/3).

Menurut kantor berita Polish Press Agency, seorang dari Chechnya bernama Kyuria A., yang terdaftar sebagai pengungsi di Polandia, ditangkap pada Senin (27/3) dan akan ditahan selama tiga bulan. ABW menemukan bukti-bukti bahwa Kyuria A. telah berperang di Suriah selama dua tahun.

Ia dianggap melanggar hukum karena secara ilegal melewati perbatasan Polandia, kepemilikan senjata, dan berpartisipasi dalam aktivitas militer terlarang di Timur Tengah. Jika ditemukan bersalah, ia akan dipenjara maksimal delapan tahun.

Menurut Kementerian Luar Negeri Rusia, lebih dari 3,200 orang Rusia pergi ke Suriah dan Irak untuk berperang di pihak para teroris sejak dimulainya konflik Suriah pada 2011, dengan 500 di antaranya orang Chechnya. Pihak berwajib Rusia berkali-kali mengungkapkan kekhawatiran terhadap ancaman yang akan terjadi jika para militan yang berperang dengan ISIS kembali ke negara asalnya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.