FBI Mulai Selidiki Dugaan Intervensi Rusia dalam Pilpres AS 2016

Hingga kini, tak ada satu pun bukti yang dapat mendukung tuduhan Washington terhadap Moskow.

Hingga kini, tak ada satu pun bukti yang dapat mendukung tuduhan Washington terhadap Moskow.

Reuters
Penyelidikan itu termasuk menginvestigasi hubungan orang-orang yang terlibat dalam kampanye Trump dengan pemerintah Rusia.

Biro Federal Investigasi AS (FBI) sedang mengadakan penyelidikan terkait dugaan intervensi pemerintah Rusia dalam pilpres AS 2016, kata Direktur FBI James Comey, Senin (20/3).

Comey mengatakan bahwa sebenarnya FBI memiliki standar untuk tidak memublikasikan penyelidikan yang sedang berjalan. “Namun, dalam situasi tertentu yang berkaitan dengan kepentingan publik, hal itu boleh dilakukan,” ujarnya kepada Komite Intelijen DPR AS, seperti yang dikutip TASS.

Menurutnya, penyelidikan itu termasuk “menginvestigasi hubungan orang-orang yang terlibat dalam kampanye Trump dengan pemerintah Rusia, dan apakah ada koordinasi antara kampanye tersebut dengan pihak Rusia”. Comey pun berjanji FBI akan menyelidiki kasus ini sesuai fakta.

Pemerintah AS telah berulang kali menuduh Rusia bertanggung jawab terhadap serangan siber yang terjadi tahun lalu. Namun hingga kini, tak ada satu pun bukti yang dapat mendukung tuduhan Washington terhadap Moskow.

Tuduhan-tuduhan tersebut merupakan salah satu alasan utama yang mendasari penjatuhan sanksi Washington kepada beberapa perusahaan Rusia, Layanan Keamanan Federal Rusia, dan Staf Umum Badan Intelijen Utama Rusia pada 29 Desember lalu. Selain menjatuhkan sanksi, AS juga mengusir 35 diplomat Rusia dan menutup dua tempat rekreasi milik pemerintah Rusia di New York dan Maryland.

Mennggapi hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow tidak akan mengusir balik diplomat AS dari Rusia sebagai respons atas “tindakan pemerintah AS yang tak ramah”.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.