Kremlin: Moskow Ingin Libya Punya Pemerintah yang Mampu Lawan Teroris

Komandan Tentara Nasional Libya Khalifa Haftar setelah bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov di Moskow pada 29 November 2016.

Komandan Tentara Nasional Libya Khalifa Haftar setelah bertemu Menlu Rusia Sergei Lavrov di Moskow pada 29 November 2016.

Reuters
Intervensi berlebihan oleh Rusia dalam urusan Libya hampir tidak mungkin dan tidak dianjurkan.

Rusia ingin Libya memiliki pemerintah yang mampu menumpas terorisme, demikian ungkap Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Selasa (15/3), seperti yang dikutip Sputnik.

“Kami tetap menjalin komunikasi (dengan Libya). Tentu saja, Rusia menginginkan Libya menjadi stabil dalam berbagai hal, rakyatnya dapat menentukan pemerintahan mereka sendiri, dan pemerintah mampu mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi memastikan wilayah negara itu tak menjadi sarang perkembangbiakan calon-calon teroris,” ujar Peskov.

Pada November lalu, Komandan Tentara Nasional Libya Khalifa Haftar mengunjungi Moskow untuk meminta bantuan Rusia dalam membasmi teroris di Libya.

Mengomentari kunjungan Haftar, Peskov mengatakan bahwa “Rusia menggantungkan kepercayaan padanya terkait isu resolusi situasi di Libya”. Peskov menambahkan bahwa hubungan dengan otoritas Libya “cenderung kontroversial dan sulit”.

“Tentu saja, intervensi berlebihan oleh Rusia dalam urusan Libya hampir tidak mungkin dan tidak dianjurkan. Namun, ini bukan berarti Rusia tidak menghubungi pihak-pihak terkait jika diperlukan,” kata Peskov menambahkan. 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.