Demi Selamatkan Sang Nenek, Seorang Gadis Kecil Nekat Lintasi Hutan Siberia

Di tengah dinginnya cuaca, gadis kecil berusia empat tahun ini harus berjalan sepanjang delapan kilometer melintasi hutan taiga di Siberia.

Di tengah dinginnya cuaca, gadis kecil berusia empat tahun ini harus berjalan sepanjang delapan kilometer melintasi hutan taiga di Siberia.

@siberian_times / Twitter
Di tengah dinginnya cuaca, gadis kecil berusia empat tahun ini harus berjalan melintasi hutan taiga di Siberia untuk menyelamatkan nyawa neneknya.

Seorang gadis kecil berusia empat tahun berjalan sejauh delapan kilometer melintasi hutan taiga di tengah suhu -34 derajat Celcius untuk mencari pertolongan bagi neneknya yang tengah sekarat.

Kejadian ini terjadi di Republik Tuva di selatan Siberia. Otoritas setempat mengonfirmasi peristiwa ini pada Minggu (12/3).

Gadis kecil yang kemudian diketahui bernama Saglana ini hidup bersama kakek dan neneknya di sebuah desa terpencil. Sebagaimana yang dikabarkanRT, sang kakek sudah lama kehilangan pengelihatannya, sedangkan ibu gadis kecil itu tidak lagi tinggal bersamanya.

Kisah sang gadis cilik dimulai pada suatu pagi ketika ia terbangun dan melihat neneknya tak bergerak. Ia pun memutuskan untuk mencari bantuan di kota terdekat yang berjarak sekitar delapan kilometer dari tempat tinggalnya.

Ia melintasi hutan taiga yang bersalju, yang biasanya terdapat serigala dan beruang berkeliaran. Dengan susah payah, akhirnya Saglana berhasil mencapai kota beberapa jam kemudian. Para petugas medis yang memeriksa Saglana menyatakan bahwa ia mengalami hipotermia.

Sayangnya, petugas medis yang datang untuk membantu sang nenek tidak bisa menyelamatkannya. Perempuan berusia 60-an itu ditemukan sudah tak bernyawa akibat terkena serangan jantung.

Kisah ini mengundang simpati netizen. Banyak orang yang memuji keberanian Saglana.

Namun, tak sedikit pula yang bertanya-tanya bagaimana kakek Saglana dapat membiarkan sang gadis kecil melakukan perjalanan yang berbahaya, serta mengapa tak ada seorang pun di keluarganya yang memiliki ponsel.

Sementara itu, Komite Investigasi setempat mulai menyelidiki keberadaan ibu sang gadis atas kelalaian yang membahayakan nyawa anaknya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.