Kremlin Khawatir Peluncuran Misil Korut ke Laut Jepang Picu Ketegangan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba peluncuran misil Pukguksong-2 di Pyongyang, 13 Februari 2017.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyaksikan uji coba peluncuran misil Pukguksong-2 di Pyongyang, 13 Februari 2017.

Reuters
Korea Utara meluncurkan empat misil balistik ke Laut Jepang pada Senin (6/3) pagi.

Korea Utara meluncurkan empat misil balistik sejauh 1.000 km yang mengarah ke Laut Jepang, dan tiga di antaranya jatuh di Zona Ekonomi Eksklusif Jepang pada Senin (6/3) pagi. Tokyo segera mengutuk keras aksi Pyongyang tersebut dan sudah mengirimkan surat protes melalui kedutaan besar.

Kremlin mengatakan bahwa peluncuran misil tersebut dapat meningkatkan ketegangan di kawasan itu dan meminta seluruh pihak untuk menahan diri, ujar Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, Senin.

“Tentu saja kami sangat prihatin. Aksi ini dapat meningkatkan ketegangan di sana. Rusia akan coba bertukar pendapat dengan pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya seperti yang dikutip TASS.

Tokyo berencana mengadakan diskusi mengenai peluncuran misil tersebut dengan Moskow dan Beijing, ujar Menlu Jepang Fumio Kishida.

“Kami mempertimbangkan konsultasi dengan Rusia dan Tiongkok mengenai isu ini,” ujarnya. Sang menlu juga mengatakan bahwa ia telah berbicara melalui telepon dengan Menlu AS Rex Tillerson dan Menlu Korea Selatan Yun Byung-se.

Kishida mengatakan dirinya dan Tillerson “sepakat bahwa Dewan Keamanan PBB akan memperingatkan Korea Utara”.