Selama Februari, Aviasi Rusia Hancurkan 2.300 Target Teroris di Suriah

Pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-22 M3 milik Pasukan Kedirgantaraan Rusia mendarat setelah menyerang target ISIS di Suriah.

Pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-22 M3 milik Pasukan Kedirgantaraan Rusia mendarat setelah menyerang target ISIS di Suriah.

RIA Novosti
Target yang diserang termasuk pusat-pusat komando serta depot senjata dan amunisi.

Selama Februari, Pasukan Kedirgantaraan Rusia telah melancarkan 991 serangan mendadak dan menghancurkan 2.300 target teroris di Suriah. Demikian hal itu diungkapkan Kepala Direktorat Operasional Utama Staf Umum Rusia Letnan Jenderal Sergei Rudskoi, Jumat (3/3).

“Selama sebulan terakhir, kelompok aviasi kami telah melancarkan 991 serangan mendadak dan menghancurkan 2.300 target teroris. Target yang diserang termasuk pusat-pusat komando serta depot senjata dan amunisi. Penghancuran fasilitas-fasilitas ini berperan penting dalam mengalahkan kekuatan militan,” ujar Rudskoi kepada para wartawan.

Rudskoi juga mengatakan bahwa Pasukan Kedirgantarraan Rusia telah menghancurkan 278 sasaran ISIS di dekat kota al-Bab, di Suriah utara.

“Pasukan pemerintah (Suriah) sedang memperluas serangan di sebelah timur al-Bab. Dalam sepuluh hari terakhir, sebanyak 36 permukiman di wilayah seluas 400 kilometer persegi telah berhasil dibebaskan. Pasukan Kedirgantaraan Rusia menghancurkan 278 fasilitas ISIS, termasuk depot dan pos-pos pertahanan,” katanya, seperti yang dikutipSputnik.

“Selama Februari, pesawat Rusia juga menggunakan platform parasut untuk mengantarkan lebih dari 324 ton bantuan makanan dari PBB ke wilayah Deir ez-Zor yang terkepung,” tambahnya.

Teroris ISIS telah mengepung lapangan udara militer Deir ez-Zor di timur laut Suriah pada pertengahan Januari.

Mengomentari perkembangan situasi di daerah tersebut, Rudskoi mengatakan bahwa jika teroris berhasil menguasai Deir ez-Zor, keselamatan warga sipil akan sangat terancam. Ia bahkan menyebutkan bahwa ISIS tak akan segan-segan menghabisi seluruh penduduk setempat.

Kota Deir ez-Zor, yang hingga kini masih dikuasai pasukan pemerintah Suriah, telah dikepung ISIS sejak Juli 2014. Baik penduduk Deir ez-Zor maupun para prajurit hanya menerima makanan dan bantuan kemanusiaan melalui kiriman dari udara. Pada 30 Januari, PBB kembali mengirimkan bantuan ke kota ini setelah jeda selama dua minggu.

Sejak 2011, Suriah telah terjerumus dalam perang saudara. Perang ini melibatkan antara pasukan pemerintah dengan berbagai oposisi dan kelompok teroris, termasuk front al-Nusra dan ISIS.

Moskow telah melakukan kampanye antiteroris di Suriah sejak 30 September 2015 atas permintaan Presiden Suriah Bashar Assad.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.