Pertamina Tawarkan Rosneft Peluang Garap Kilang Minyak Bontang

Perusahaan energi asal Rusia Rosneft berpeluang menjadi mitra proyek pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, bersama PT Pertamina (Persero).

Perusahaan energi asal Rusia Rosneft berpeluang menjadi mitra proyek pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, bersama PT Pertamina (Persero).

Reuters
Calon mitra nantinya diharapkan memiliki rekam jejak yang baik pada industri pengolahan minyak serta memiliki kemampuan yang cukup dalam operasional dan eksekusi proyek.

Perusahaan energi asal Rusia Rosneft berpeluang menjadi mitra proyek pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur, bersama PT Pertamina (Persero), demikian hal tersebut dilansirKatadata. Peluang tersebut terbuka seiring dengan dimulainya proses penjaringan calon mitra strategis untuk proyek Grass Root Refinery (GRR) Bontang pada bulan ini.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi mengatakan bahwa pihaknya mencatat ada 95 perusahaan, dengan 12 perusahaan di antaranya merupakan perusahaan minyak dan gas (migas) besar yang ikut dalam paparan publik proyek tersebut. Di samping itu, setidaknya ada 50 perusahaan dalam dan luar negeri yang telah menyatakan minatnya.

Secara khusus, Pertamina membuka peluang bagi perusahaan yang sebelumnya telah bekerja sama dengannya untuk kembali mengikuti lelang pembangunan proyek kilang Bontang. “Kesempatan terbuka lebar. Selain Rosneft, Saudi Aramco juga bisa berpartisipasi, termasuk mitra yang sudah bergabung di kilang Tuban dan Cilacap,” tutur Hardadi.

Menurutnya, terdapat empat karakteristik utama calon mitra yang dikehendaki Pertamina. Pertama, perushaan itu harus memiliki rekam jejak yang baik pada industri pengolahan minyak serta memiliki kemampuan yang cukup dalam operasional dan eksekusi proyek.

Kedua, calon mitra diharapkan dapat menyesuaikan dengan struktur dan model bisnis yang dikehendaki Pertamina. Ketiga, memiliki keinginan kuat untuk percepatan proyek dan dapat menyelesaikannya pada 2023. Keempat, memberikan nilai menarik bagi proyek tersebut.

Selain itu, mitra yang akan dipilih Pertamina diharapkan mampu berperan dalam pengadaan minyak mentah dan menyiapkan pendanaan.

Proses lelang proyek ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan. Diharapkan keputusan akhir dapat diambil pada 28 April mendatang, baru setelahnya Pertamina dan mitra akan mulai melakukan proses Bankable Feasibility Study (BFS), atau kelayakan pendanaan proyek. Pertamina menargetkan proses ini selesai pada awal 2018.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.