Realisasi Kawasan Industri di Kairo, Rusia Kunjungi Mesir Selama Dua Hari

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden MEsir Abdel Fattah el-Sisi dalam sebuah kunjungan di Sochi.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden MEsir Abdel Fattah el-Sisi dalam sebuah kunjungan di Sochi.

Alexei Druzhinin / TASS
Delegasi Rusia akan menyambangi Mesir selama dua hari untuk mengunjungi kota Kairo dan Ain Sokhna. Perjanjian kawasan ekonomi ini telah ditandatangani pada Februari 2016.

Delegasi dari Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia diperkirakan akan hadir di ibu kota Mesir, Kairo untuk membahas pembangunan kawasan industri Rusia di sana, demikian diungkap pernyataan resmi kementerian.

“Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Rusia Gleb Nitikin dan beberapa direktur dari perusahaan-perusahaan besar Rusia akan melakukan kunjungan kerja ke Kairo pada tanggal 1 dan 2 Maret 2017 untuk membahas persyaratan mengadakan kawasan industri Rusia di Mesir. Kawasan tersebut rencananya akan berlokasi di Kawasan Industri Port Said Timur,” ungkap pernyataan yang dikutip Sputnik pada Rabu (1/3) tersebut. Port Said Timur berluas sekitar 1.600 hektar.

Menurut pernyataan itu, para delegasi akan bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri Mesir Tareq Abil, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Kerja Sama Rusia-Mesir Bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Kooperasi Ilmiah; Menteri Perhubungan Hesham Arafat; Menteri Kesehatan dan Populasi Ahmed Radi; Menteri Kooperasi Internasional Sahar Nasr; serta Ketua Otoritas Umum Kawasan Ekonomi Terusan Suez Ahmed Darwish.

Presentasi proyek kawasan industri Rusia ini akan diadakan di Pusat Ilmiah dan Budaya Rusia di Kairo. Selanjutnya pada hari Kamis (2/3) delegasi Rusia akan mengunjungi kawasan industri Mesir-Tiongkok di Ain Sokhna.

Kairo dan Moskow mulai berdiskusi soal kawasan industri tersebut pada 2014, meskipun negosiasi sempat terhenti setelah kecelakaan pesawatpenumpang Rusia yang menewaskan seluruh 224 penumpang di atas Semenanjung Sinai pada Oktober 2015. Perjanjian akhirnya ditandatangani awal Februari tahun lalu.

Kawasan industri ini diperkirakan akan berfokus pada produksi truk, traktor pertanian, bahan kimia, serta beton yang akan dijual ke Afrika dan Timur Tengah.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.