Penasihat Erdoğan: Perdagangan Bebas Rusia-Turki Tinggal Menunggu Waktu

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Konstantin Zavrazhin/RG
Presiden kedua negara sama-sama ingin melakukan perdagangan bebas karena dianggap saling menguntungkan.

Perjanjian perdagangan bebas antara Rusia dan Turki akan segera ditandatangani setelah kedua pihak menyelesaikan beberapa detail dan formalitas yang tersisa, kata Ilnur Cevik, penasihat presiden Turki, dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Rossiya 24.

“Kami sedang mengerjakan beberapa detail. Tak ada hal yang menghambat perjanjian yang menguntungan kedua belah pihak ini. Ini hanya masalah waktu karena perjanjian semacam ini tak bisa diselesaikan dalam satu malam,” ujar Cevik seperti yang dikutip TASS, Selasa (28/2).

Cevik mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sama-sama ingin menandatangani kerja sama ini karena diyakini menguntungkan kedua pihak. Ia menambahkan bahwa warga kedua negara tak perlu menunggu lama hingga perjanjian ini akhirnya disahkan.

Sebelumnya, Putin dan Erdoğan sempat membahas kemungkinan diberlakukannya perjanjian perdagangan bebas antara Rusia dan Turki dalam sebuah pertemuan pada September 2016 lalu.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.