Parlemen Rusia: AS Semestinya Fokus pada Aksi ISIS di Irak, Bukan Krimea

Militan ISIS di kota Mosul, Irak, pada 12 Juni 2014.

Militan ISIS di kota Mosul, Irak, pada 12 Juni 2014.

Reuters
Parlemen Rusia mengkritik Dubes AS untuk PBB Nikki Haley yang dianggap lebih memerhatikan Krimea daripada kekejaman ISIS di Irak.

Seorang anggota senior di Majelis Tinggi Parlemen Rusia (Dewan Federasi), Alexei Pushkov, mengatakan bahwa AS seharusnya lebih fokus terhadap kehadiran jaringan teroris ISIS di Irak daripada “pendudukan Rusia di Krimea”.

Melalui Twitter-nya, Pushkov mengkritik Dubes AS untuk PBB Nikki Haley yang menurutnya lebih memerhatikan situasi yang terjadi di semenanjung tersebut daripada kekejaman ISIS di Irak. Apalagi lagi, baru-baru ini dunia dikejutkan dengan penemuan lokasi kuburan massal yang berisi 4.000 jasad korban ISIS di dekat Mossul.

“Kuburan massal yang berisi 4.000 korban ISIS ditemukan di Irak. Kenapa Nikki Haley diam soal ini? Dia harusnya mengkhawatir hal ini, bukan Krimea. Tidak ada apa-apa di Krimea,” ujar Pushkov, seperti yang dikutip Sputnik, Minggu (26/2).

Menurut laporanThe Telegraph, kuburan tersebut ditemukan di sebuah gurun dekat kota Khasfa, yang berada di antara Baghdad dan Mosul. Warga setempat mengatakan pembunuhan itu dimulai enam bulan setelah ISIS mengambil alih Mosul pada pertengahan 2014.

Nikki Haley belum memberikan komentar soal penemuan di Irak itu. Pada awal bulan ini, Haley mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa AS akan terus “mengutuk dan meminta Rusia menghentikan aksinya di Krimea”.

“Krimea adalah bagian dari Ukraina. Sanksi terkait Krimea akan tetap ada untuk Rusia sampai mereka mengembalikan semenanjung itu ke Ukraina,” ujar Haley.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.