Apresiasi Kinerja Militer di Suriah, Putin Promosikan Beberapa Jenderal

Dari kiri ke kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov, Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov, dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memeriksa peralatan militer setelah pertemuan dengan menteri pertahanan Rusia dan pejabat kompleks industri militer Rusia yang kompleks di Bocharov Ruchei, Sochi.

Dari kiri ke kanan: Presiden Rusia Vladimir Putin, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia Jenderal Valery Gerasimov, Menteri Perdagangan dan Industri Rusia Denis Manturov, dan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu memeriksa peralatan militer setelah pertemuan dengan menteri pertahanan Rusia dan pejabat kompleks industri militer Rusia yang kompleks di Bocharov Ruchei, Sochi.

Mikhail Metzel/TASS
Presiden Rusia menaikkan pangkat jenderal-jenderal yang bertugas di Suriah atas kerja keras mereka dalam operasi udara serta rekonsiliasi antara pemerintah dan oposisi Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mempromosikan beberapa jenderal Angkatan Bersenjata Rusia ke pangkat yang lebih tinggi atas peran mereka dalam operasi pasukan udara Rusia di Suriah serta upaya rekonsiliasi antara pemerintah dan oposisi Suriah.

Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan di situs Kementerian Pertahanan Rusia, Rabu (22/2), Kepala Staf Umum Departemen Operasional Utama Sergei Rudskoi dan Kepala Pusat Pengendalian Pertahanan Nasional Letnan Jenderal Mikhail Mizintsev telah dipromosikan ke pangkat Kolonel Jenderal.

Rudskoi secara reguler mengadakan konferensi pers terkait Suriah, operasi pasukan udara dan teknisi perang, serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah. Sementara, Mizintsev berurusan dengan pekerjaan berbagai departemen untuk operasi tentara Rusia di Suriah.

Selain Rudskoi dan Mizintsev, Komandan Aviasi Jarak Jauh Rusia Sergei Kobylash dan Wakil Kepala Staf Umum Departemen Operasional Utama Stanislav Gadzhimagomedov turut dipromosikan dengan menerima pangkat Letnan Jenderal.

Kobylash memimpin serangan udara terhadap teroris di Suriah dengan pesawat pengebom jarak jauh Tupolev Tu-22M3, Tu-95MS, dan Tu-160. Sementara, Gadzhimagomedov dua kali memimpin delegasi Kementerian Pertahanan Rusia untuk berdiskusi dengan oposisi Suriah di Astana, Kazakhstan.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.