Menlu AS: Kami Siap Menyelesaikan Masalah-masalah dengan Rusia

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Bonn, Jerman, pada Kamis (16/2).

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson di Bonn, Jerman, pada Kamis (16/2).

Flickr / MFA Russia
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mendiskusikan situasi hubungan bilateral kedua negara, yang menurut Lavrov “dirusak” oleh pemerintahan AS sebelumnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengonfirmasi kesiapan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan masalah negaranya dengan Rusia, demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, Kamis (16/2).

“Kami sudah berdiskusi mengenai situasi hubungan bilateral kedua negara, yang dirusak oleh pemerintahan Obama,” ujar Lavrov setelah pertemuan pertamanya dengan Tillerson di Bonn, Jerman, seperti dikutip TASS.

“Tillerson sudah mengonfirmasi kesiapan (pemerintah AS) untuk mengatasi berbagai masalah, seperti yang sudah dibicarakan Presiden Trump dan Presiden Putin,” kata Lavrov menambahkan.

Namun demikian, sang diplomat Rusia mengatakan bahwa tidak ada pembahasan mengenai sanksi yang diberlakukan AS terhadap Rusia.

“Kami rasa sanksi ini adalah anomali. Mereka yang memberikan sanksi harus memikirkan efisiensi, dampaknya terhadap komunikasi dengan negara lain, dan bagaimana ia dipolitisasi sehingga kepentingan sebuah negara tercapai,” ujar Lavrov.

Pertemuan kedua presiden, kata Lavrov, akan dijadwalkan segera ketika hal itu memungkinkan. “Kami sepakat untuk terus berkomunikasi, dan ada banyak peluang (untuk pertemuan ini) dalam beberapa bulan ke depan.”

Konflik di Ukraina

Tillerson mengatakan bahwa Washington dan Moskow akan menemukan jalan tengah terkait bentuk kerja sama dalam mengatasi konflik di Ukraina.

“Semantara kita mencari jalan tengah, kami harap Rusia berkomitmen untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk dan turut membantu menurunkan ketegangan di Ukraina,” kata menlu AS, seperti yang dikutip Reuters.

Lavrov menambahkan bahwa AS ingin bergabung dalam resolusi konflik di Ukraina. “Setelah Departemen Luar Negeri AS membentuk tim dengan departemen-departemen lainnya, kami siap untuk membangun komunikasi.”

Krisis di Suriah

AS juga siap untuk membantu Rusia dalam diskusi proses pemulihan Suriah di Astana, ujar Lavrov.

“Kami memiliki kepentingan yang sama dalam memberantas terorisme — dalam hal ini penyelesaian sengketa politik dan hal lainnya yang membutuhkan kerja sama untuk menyelesaikan krisis di Suriah — serta di negara-negara lain di kawasan itu yang terancam terorisme,” katanya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.