Rusia Namai Pulau Miliknya, Jepang: Tidak Bisa Diterima!

Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada Rusia sehubungan dengan pemberian nama baru kepada lima pulau di Kepulauan Kuril oleh Rusia.

Pemerintah Jepang mengajukan protes kepada Rusia sehubungan dengan pemberian nama baru kepada lima pulau di Kepulauan Kuril oleh Rusia.

Diana Serebrennikova
Keputusan Rusia untuk menamai lima pulau tak bernama di Kepulauan Kuril ini dianggap Jepang sebagai sesuatu yang tak dapat diterima.

Pemerintah Jepang mengajukan protes sehubungan dengan pemberian nama baru kepada lima pulau di Kepulauan Kuril oleh Rusia. Demikian hal tersebut dilansir media Meduza, mengutip pernyataan yang dikemukakan Ketua Kabinet Sekretaris Jepang Yoshihide Suga.

Menurut Suga, keputusan Rusia untuk menamai lima pulau tak bernama ini dianggap sebagai ‘sesuatu yang tak dapat diterima’. Meski begitu, ia menekankan bahwa tindakan Rusia tersebut tidak akan memengaruhi jalannya negosiasi bilateral pada perjanjian damai.

Sebelumnya, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev telah menandatangani dekrit untuk menamai lima pulau di Kepulauan Kuril tersebut pada 11 Februari lalu.

Salah satu pulau dinamai untuk menghormati Letnan Jenderal Kuzma Derervyano yang membubuhkan tanda tangan dari pihak Uni Soviet atas pernyataan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Sementara, pulau lainnya ada yang dinamai dengan nama Letnan Jenderal Aleksey Gnechko yang terlibat dalam pendaratan pasukan Soviet di Kepulauan Kuril pada 1945.

 

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.