Tak Sengaja Serang Tentara Turki, Moskow: Kami Kurang Berkoordinasi

Pesawat pengebom garis depan Su-24 Rusia.

Pesawat pengebom garis depan Su-24 Rusia.

Ria Novosti/Igor Zarembo
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan atas serangan udara tak disengaja yang menewaskan beberapa tentara Turki di Suriah.

Kepada Erdoğan, Putin mengatakan bahwa tentara Turki tewas akibat kurangnya koordinasi dalam menentukan koordinat serangan jet militer Rusia di Suriah, terang jubir Kremlin. Ia menyebutkan, Rusia dan Turki sepakat untuk bersama-sama menyelidiki insiden tragis itu.

Rusia dan Turki akan meningkatkan koordinasi operasi militer di Suriah setelah serangan tak disengaja ini, kata Peskov kepada Sputnik.

“Presiden Putin telah menginformasikan hasil percakapan teleponnya dengan Presiden Erdoğan beberapa waktu lalu. Presiden mengatakan bahwa ia telah mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden Erdoğan atas tewasnya beberapa tentara Turki akibat kurangnya koordinasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia dalam menentukan koordinat serangan dalam sebuah operasi bersama,” kata Peskov.

Presiden Rusia segera menelepon Presiden Erdoğan pada Kamis (9/2) untuk mengungkapkan belasungkawa atas kematian tentara Turki di dekat al-Bab, Suriah. Selama percakapan telepon, kedua presiden sepakat untuk memperluas koordinasi militer selama operasi militer terhadap militan ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya di Suriah.

Pada pagi hari yang sama, staf umum Turki mengatakan bahwa serangan udara Rusia tak sengaja menewaskan tiga orang tentara Turki dan melukai 11 personel lainnya di Suriah utara.

“Hari ini, sekitar pukul 08.40, selama serangan udara terhadap sasaran ISIS (di Suriah), pesawat tempur Rusia tak sengaja menyerang sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat prajurit-prajurit Turki yang tengah menjalankan operasi Perisai Efrat. Akibatnya, tiga orang tentara Turki tewas, 11 orang luka-luka, termasuk satu orang mengalami cedera serius,” kata staf umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Kementerian Pertahanan Rusia juga telah mengonfirmasi serangan tak disengaja yang menewaskan prajurit Turki di Suriah. Kemenhan mengatakan bahwa saat tragedi itu terjadi, pesawat pengebom Rusia tengah menjalankan misi untuk menghancurkan posisi teroris ISIS di dekat al-Bab.

“Pesawat-pesawat pengebom Rusia sedang melakukan misi tempur untuk menghancurkan posisi ISIS di daerah al-Bab. Kepala staf umum Rusia dan Turki sepakat untuk lebih mengoordinasikan tindakan mereka dan melakukan pertukaran informasi mengenai situasi di lapangan.”

Segera setelah terjadinya peristiwa itu, Kepala Staf Umum Rusia Jenderal Valery Gerasimov pun langsung menelepon timpalannya di Turki. “Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Federasi Rusia Jenderal Valery Gerasimov menyatakan belasungkawa kepada Jenderal Hulusi Akar sehubungan dengan kematian tiga orang tentara Turki yang beroperasi di wilayah kota al-Bab akibat serangan tak disengaja yang dilakukan pesawat Rusia.”

Berita ini muncul ketika operasi militer Turki di al-Bab telah memasuki tahap akhir. Pasukan Turki dilaporkan telah memasuki pusat kota al-Bab. Untuk mencegah bentrokan dengan pasukan pemerintah Suriah, operasi ini dikoordinasikan dengan pihak Rusia.

Sejak Januari, jet-jet militer Rusia dan Turki telah beberapa kali melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran ISIS di dekat al-Bab, Suriah. Al-Bab adalah salah satu benteng pertahanan terakhir ISIS yang tersisa di dekat perbatasan Turki. Bagi Turki, merebut kota ini merupakan bagian dari kepentingan strategis mereka demi mencegah Kurdistan Suriah mengambil dan menyatukan wilayah mereka.


Operasi gabungan Rusia dan Turki membebaskan al-Bab

Rusia-Turki sepakat berkoordinasi untuk menyerang ISIS di al-Bab

Serangan pertama dilancarkan pada 18 Januari

Berbagai pos komando dan pusat komunikasi berhasil dihancurkan

Sebanyak 900 target teroris berhasil ditumpas

Akibat serangan tak disengaja di al-Bab, Putin segera telepon Erdoğan

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.