Rusia dan Turki Akan Buat Koordinasi yang Lebih Efisien di Suriah

Seorang pilot Pasukan Kedirgantaraan Rusia dalam sebuah misi tempur di Suriah.

Seorang pilot Pasukan Kedirgantaraan Rusia dalam sebuah misi tempur di Suriah.

RIA Novosti
Pihak Turki mengaku bahwa kedua negara telah berkoordinasi, tapi ingin agar koordinasi kedua belah pihak di Suriah lebih efisien.

Seorang pejabat tinggi militer Turki mengatakan pada Kamis (9/2) bahwa Rusia dan Turki ingin membuat koordinasi kedua negara di Suriah lebih efisien setelah serangan udara tak disengaja Rusia menewaskan tentara Turki di al-Bab, Suriah.

Kepada Sputnik, sang narasumber menuturkan bahwa Turki dan Rusia tak berencana untuk membentuk komisi bersama untuk menyelidiki serangan udara Rusia baru-baru ini di Suriah yang tak sengaja menewaskan beberapa tentara Turki.

“Yang saya ketahui, tidak ada rencana untuk membentuk komisi khusus untuk menyelidiki tragedi ini karena situasinya sangat jelas,” kata sang narasumber.

“Setelah peristiwa itu terjadi, kami segera melakukan konsultasi dengan pihak Rusia. Kami telah mengoordinasikan tindakan kami (di Suriah), tapi kini kami ingin berkoordinasi dengan lebih efisien. Pembicaraan terkait hal ini tengah berlangsung,” katanya menambahkan.

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Kremlin mengonfirmasi pada Sputnik bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan atas serangan udara tak disengaja yang menewaskan beberapa tentara Turki di Suriah. Peskov menyebutkan, Rusia dan Turki sepakat untuk bersama-sama menyelidiki insiden tragis itu.

Kepada Erdoğan, Putin mengatakan bahwa tentara Turki tewas akibat kurangnya koordinasi dalam menentukan koordinat serangan jet militer Rusia di Suriah, terang jubir Kremlin. 

Pada pagi hari yang sama, staf umum Turki mengatakan bahwa serangan udara Rusia tak sengaja menewaskan tiga orang tentara Turki dan melukai 11 personel lainnya di Suriah utara.

Kementerian Pertahanan Rusia juga telah mengonfirmasi serangan tak disengaja yang menewaskan prajurit Turki di Suriah. Kemenhan mengatakan bahwa saat tragedi itu terjadi, pesawat pengebom Rusia tengah menjalankan misi untuk menghancurkan posisi teroris ISIS di dekat al-Bab.

Berita ini muncul ketika operasi militer Turki di al-Bab telah memasuki tahap akhir. Pasukan Turki dilaporkan telah memasuki pusat kota al-Bab. Untuk mencegah bentrokan dengan pasukan pemerintah Suriah, operasi ini dikoordinasikan dengan pihak Rusia.

Sejak Januari, jet-jet militer Rusia dan Turki telah beberapa kali melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran ISIS di dekat al-Bab, Suriah. Al-Bab adalah salah satu benteng pertahanan terakhir ISIS yang tersisa di dekat perbatasan Turki. Bagi Turki, merebut kota ini merupakan bagian dari kepentingan strategis mereka demi mencegah Kurdistan Suriah mengambil dan menyatukan wilayah mereka.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.