Putin dan Erdoğan Sepakat Tingkatkan Koordinasi Operasi Militer di Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

kremlin.ru
Kedua presiden membahas pengimplementasian hasil pertemuan internasional mengenai Suriah yang dimediasi Rusia, Turki, dan Iran di mengenai Suriah di Astana, Kazakhstan.

Dalam sebuah percakapan telepon, Kamis (9/2), Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan kembali membahas mengenai situasi dan penyelesaian politik di Suriah, terang layanan pers Kremlin, seperti yang dilaporkanSputnik. Selain itu, kedua pemimpin juga mendiskusikan upaya meningkatkan kerja sama memerangi ISIS dan kelompok teroris lainnya di negara itu.

“Kedua presiden membahas pengimplementasian hasil pertemuan internasional mengenai Suriah di Astana, Kazakhstan, yang dimediasi Rusia, Turki, dan Iran. Putin dan Erdoğan menegaskan kembali kesiapan kedua negara untuk secara aktif membantu memajukan proses penyelesaian masalah Suriah yang disepakati di Astana dan Jenewa,” terang layanan pers dalam sebuah pernyataan.

Kremlin juga menyebutkan, presiden Rusia dan Turki sepakat untuk memperluas koordinasi militer selama operasi terhadap militan ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya di Suriah.

Selama percakapan telepon kemarin, Putin juga mengungkapkan belasungkawa kepada Erdoğan atas kematian tentara Turki yang secara tak sengaja terkena serangan udara pesawat Rusia di dekat kota al-Bab, Suriah.

“Vladimir Putin berbelasungkawa atas insiden tragis yang mengakibatkan kematian beberapa tentara Turki di dekat kota al-Bab,” terang layanan pers Kremlin.

Kementerian Pertahanan Rusia juga telah mengonfirmasi serangan tak disengaja yang menewaskan prajurit Turki di Suriah. Kemenhan mengatakan bahwa saat tragedi itu terjadi, pesawat pengebom Rusia tengah menjalankan misi untuk menghancurkan posisi teroris ISIS di dekat al-Bab.

Sementara, staf umum Turki mengatakan bahwa serangan udara Rusia tak sengaja menewaskan tiga orang tentara Turki dan melukai 11 personel lainnya di Suriah utara.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.