Putin Akui Tewasnya Tentara Turki di Suriah Akibat Koordinasi yang Buruk

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin

Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin

kremlin.ru
Kepada media, Kementerian Pertahanan Rusia juga telah mengonfirmasi serangan tak disengaja yang menewaskan prajurit Turki di Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa koordinasi yang buruk menjadi alasan di balik serangan udara tak disengaja yang menewaskan sejumlah tentara Turki di dekat al-Bab, Suriah, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

“Presiden Putin telah menginformasikan hasil percakapan teleponnya dengan Presiden Erdoğan beberapa waktu lalu. Presiden mengatakan bahwa ia telah mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden Erdoğan atas tewasnya beberapa tentara Turki akibat kurangnya koordinasi Pasukan Kedirgantaraan Rusia dalam menentukan koordinat serangan dalam sebuah operasi bersama,” kata Peskov, seperti yang dikutipSputnik.

Pada Kamis (9/2), Presiden Putin memberitahu peserta sidang Dewan Keamanan Rusia terkait percakapan teleponnya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. Dalam percakapan itu, kedua presiden turut membahas mengenai upaya penyelesaian konflik Suriah, kata Peskov.

Pada hari yang sama, jubir Kremlin mengonfirmasi pada Sputnik bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengungkapkan belasungkawa kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan atas serangan udara tak disengaja yang menewaskan beberapa tentara Turki di Suriah. Peskov menyebutkan, Rusia dan Turki sepakat untuk bersama-sama menyelidiki insiden tragis itu.

Selama percakapan telepon kemarin, presiden Rusia dan Turki sepakat untuk memperluas koordinasi militer selama operasi terhadap militan ISIS dan kelompok-kelompok ekstremis lainnya di Suriah.

Sebelumnya, staf umum Turki mengatakan bahwa serangan udara Rusia tak sengaja menewaskan tiga orang tentara Turki dan melukai 11 personel lainnya di Suriah utara.

Kementerian Pertahanan Rusia juga telah mengonfirmasi serangan tak disengaja yang menewaskan prajurit Turki di Suriah. Kemenhan mengatakan bahwa saat tragedi itu terjadi, pesawat pengebom Rusia tengah menjalankan misi untuk menghancurkan posisi teroris ISIS di dekat al-Bab.

Berita ini muncul ketika operasi militer Turki di al-Bab telah memasuki tahap akhir. Pasukan Turki dilaporkan telah memasuki pusat kota al-Bab. Untuk mencegah bentrokan dengan pasukan pemerintah Suriah, operasi ini dikoordinasikan dengan pihak Rusia.

Sejak Januari, jet-jet militer Rusia dan Turki telah beberapa kali melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran ISIS di dekat al-Bab, Suriah. Al-Bab adalah salah satu benteng pertahanan terakhir ISIS yang tersisa di dekat perbatasan Turki. Bagi Turki, merebut kota ini merupakan bagian dari kepentingan strategis mereka demi mencegah Kurdistan Suriah mengambil dan menyatukan wilayah mereka.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.