Rival Putin pada Pilpres 2012 Akan Kembali Mencalonkan Diri Tahun Depan

Pemimpin LDPR Vladimir Zhirinovsky sudah pernah menjadi calon presiden Rusia sebanyak lima kali.

Pemimpin LDPR Vladimir Zhirinovsky sudah pernah menjadi calon presiden Rusia sebanyak lima kali.

Mikhail Pochuev/TASS
Politikus Rusia Vladimir Zhirinovsky mengklaim bahwa ia mungkin sudah menang pada pilpres-pilpres sebelumnya apabila kondisi politik di Rusia sama seperti di AS.

Ketua Partai Demokratik Liberal Rusia (LDPR) Vladimir Zhirinovsky berencana kembali maju dalam pemilihan presiden (pilpres) Rusia untuk yang keenam kalinya tahun depan. Demikian hal itu diberitakan TASS, Sabtu (4/2).

“Pada Desember tahun ini, LDPR akan mengadakan kongres ke-31,” ujar Zhirinovsky kepada para jurnalis. “Setelah Dewan Federal Federasi Rusia mengumumkan bahwa pilpres akan diadakan pada Maret 2018, kami memutuskan untuk berpartisipasi, dan kemungkinan besar saya yang menjadi capres dari LPDR.”

Pada pilpres 2012 lalu, Vladimir Putin berhasil meraih 63,6 persen suara rakyat Rusia, sedangkan Zhirinovsky hanya mendapatkan 6,2 persen suara. Apabila Zhirinovsky jadi mencalonkan diri, pilpres 2018 akan menjadi yang keenam kalinya bagi sang politikus untuk merebut kursi orang nomor satu di Rusia.

“Ini adalah rekor di Eropa. Tidak ada seorang pun di Eropa yang pernah menjadi calon presiden lebih dari lima kali. Kalau kondisi kita seperti di Amerika Serikat, saya mungkin sudah menang, seperti Donald Trump,” kata Zhirinovsky percaya diri.

Sejak keruntuhan Uni Soviet pada akhir 1991, Rusia sudah mengadakan enam kali pilpres. Tiga di antaranya dimenangkan oleh Putin, dua oleh Boris Yeltsin, dan satu oleh Dmitry Medvedev.

Sabtu (4/2) kemarin, LDPR kembali memilih Zhirinovsky sebagai ketua partai — posisi yang telah ia duduki sejak mendirikan partai pada 1990. Kampanye pilpres Rusia akan dimulai Desember tahun ini, tiga bulan sebelum pemilihan.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa masih terlalu dini bagi Putin untuk membahas pilpres 2018.

“Pilpres 2018 belum ada dalam agenda kami, dan masih terlalu cepat membahas itu,” ujar Peskov.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.