Latih Tentara Suriah, Rusia Buka Cabang Pembersih Ranjau di Aleppo

Selama seminggu terakhir, pasukan penyapu ranjau Rusia telah membersihkan lebih dari 360 hektar dan 75 kilometer jalanan di kota Aleppo.

Selama seminggu terakhir, pasukan penyapu ranjau Rusia telah membersihkan lebih dari 360 hektar dan 75 kilometer jalanan di kota Aleppo.

mil.ru
Rusia akan melatih Tentara Suriah selama satu hingga tiga bulan untuk kemudian bergabung dalam operasi pembersihan ranjau yang masih berlangsung di Aleppo dan beberapa daerah lain di Suriah.

Pusat Pembersih Ranjau Internasional dari Angkatan Bersenjata Rusia secara resmi membuka cabangnya di Aleppo, Suriah, pada Selasa (31/1). Direktur Pusat Pembersih Ranjau menyebutkan, Rusia hendak melatih Tentara Suriah menyapu ranjau di daerah-daerah yang telah dibebaskan dari para teroris.

“Kami sudah menerima banyak aplikasi dan memulai latihan untuk 50 hingga 70 calon tentara pencari ranjau pada Selasa,” ujar Direktur Pusat Pembersih Ranjau Internasional Igor Mikhalik.

Setelah menyelesaikan program pelatihan selama satu hingga tiga bulan (tergantung spesifikasi yang diambil), para ahli penjinak bom Suriah akan membentuk unit khusus yang terdiri dari insinyur militer dan penyapu ranjau untuk bergabung dalam operasi pembersihan ranjau yang masih berlangsung di Aleppo dan beberapa daerah lain di Suriah yang telah dibebaskan.

“Pembersih ranjau yang buruk tidak akan bisa menurunkan ilmunya. Hanya pembersih yang berkualitas yang mampu melatih orang supaya bisa sebaik dirinya,” ujar Mikhalik, seraya menambahkan bahwa masih banyak ranjau yang harus dibersihkan di Aleppo.

“Kami menemukan sebuah gudang penuh ranjau antipersonel dan antitank. Kelihatannya ranjau-ranjau ini diproduksi secara besar-besaran di sini. Kualitasnya bagus dan semuanya buatan pabrik. Ini mengindikasikan bahwa ada perang ranjau di sini,” katanya menambahkan.

Selama seminggu terakhir, pasukan penyapu ranjau Rusia telah membersihkan lebih dari 360 hektar dan 75 kilometer jalanan di kota Aleppo. Lebih dari seribu bahan peledak telah dijinakkan, tulis Sputnik.

Sementara itu, lebih dari 12 ribu orang telah kembali ke rumah mereka di bagian timur Aleppo, yang telah dibebaskan dari kendali militan bersenjata pada Desember lalu.

“Mereka semua mendapatkan bantuan yang cukup,” ujar Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.