FOTO: Ilmuwan Jelaskan Alasan Munculnya ‘Pilar Cahaya’ di Kota-kota Rusia

Puluhan pilar cahaya vertikal layaknya adegan di film-film fiksi ilmiah tampak menghiasi langit malam kota Rostov-na-Donu, Jumat (27/1).

Puluhan pilar cahaya vertikal layaknya adegan di film-film fiksi ilmiah tampak menghiasi langit malam kota Rostov-na-Donu, Jumat (27/1).

mirfoto.Miss / Facebook
Seorang ilmuwan mengutarakan bahwa fenomena ‘unik’ ini bukanlah sesuatu yang tak lazim dan ada penjelasan ilmiah di balik kemunculannya.

Seorang ilmuwan Rusia berhasil menemukan penyebab munculnya fenomena optik yang menakjubkan di langit malam kota Rostov-na-Donu (sekitar 1.075 kilometer di selatan Rusia).

Sebelumnya pada Jumat (27/1) lalu, banyak penduduk kota Rostov-na-Donu yang ketakutan sekaligus kebingungan dengan muculnya fenomena alam yang tak biasa malam itu. Puluhan pilar cahaya vertikal layaknya adegan di film-film fiksi ilmiah tampak menghiasi langit malam kota metropolis itu.

Sumber: mirfoto.Miss / FacebookSumber: mirfoto.Miss / Facebook

Namun, Wakil Ketua Bidang Sains Pusat Ilmiah Selatan Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia (RAN) Oleg Stepanyan mengatakan kepada RIA Novosti bahwa fenomena ini sebenarnya bukan sesuatu yang tak lazim dan ada penjelasan ilmiah di balik kemunculannya.

“Munculnya ‘pilar-pilar cahaya’ semacam itu bisa disebabkan oleh dua faktor. Salah satunya adalah ilusi optik. Ada cahaya tertentu yang diterima oleh indra penglihatan kita dan kemudian terlihat seperti pilar karena fenomena atmosfer. Faktor lainnya adalah karena kombinasi lampu-lampu kota dan apa yang disebut sebagai ‘debu es’ di udara, yang — dalam hal ini — saya percaya sebagai alasan di balik munculnya ‘pilar-pilar cahaya’ di Rostov, dengan awan yang memberikan efek pantulan cahaya,” kata Stepanyan.

Sumber: mirfoto.Miss / FacebookSumber: mirfoto.Miss / Facebook

Sang ilmuwan menjelaskan bahwa ‘pilar cahaya’ bukanlah semacam fenomena alam, melainkan ilusi optik yang dipicu oleh perubahan suhu secara tiba-tiba.

“Pada Jumat sore, suhu udara di kota itu cukup hangat. Namun pada malam hari, suhu tiba-tiba turun drastis hingga -14 derajat Celcius. Karena sebelumnya udara kota cukup lembab, perubahan suhu membuat uap air mulai mengembun dan mengkristal — ada kristal-kristal es kecil dan serpihan salju yang terbentuk di udara. Fenomena ini kadang-kadang disebut sebagai ‘debu es’ atau halimun. Ketika kristal-kristal es ini mengambang di udara, mereka akan memantulkan semua cahaya yang mengenai mereka,” terang sang ilmuwan, seperti yang dikutipSputnik.

Stepanyan kemudian menjelaskan, jika di tengah kondisi itu ada mobil dengan lampu yang menyala berjalan menanjak menuju bukit, orang-orang yang berada di sisi lain bukit itu akan melihat pilar-pilar cahaya seperti ditembakkan ke langit. ”Ada banyak tempat di pusat kota Rostov yang memungkinkan mobil berjalan menanjak,” ujarnya seraya menunjukkan bahwa bahkan satu sumber cahaya dapat menghasilkan beberapa ‘pilar cahaya’.

Fenomena serupa ternyata juga terjadi di kota-kota Rusia lainnya pada bulan ini, seperti di Murmansk ...

... Saratov ...

... dan Leninogorsk.

Ketika mengambil atau mengutip segala materi dari Russia Beyond, mohon masukkan tautan ke artikel asli.